Bang Ucu Datang, Penjagalan Tenabang Dibongkar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membersihkan lantai Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di lantai dasar Blok G, Pasar Tanah Abang, Jakarta (6/8). Pemprov DKI Jakarta berencana akan memindahkan RPH tersebut untuk relokasi pedagang kaki lima. ANTARA/Zabur Karuru

    Pekerja membersihkan lantai Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di lantai dasar Blok G, Pasar Tanah Abang, Jakarta (6/8). Pemprov DKI Jakarta berencana akan memindahkan RPH tersebut untuk relokasi pedagang kaki lima. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah Pemotongan Hewan atau penjagalan di lantai dasar Blok G Pasar Tanah Abang dibongkar tim gabungan yang dipimpin Wali Kota Jakarta Pusat, Syaefullah, Ahad, 11 Agustus 2013. Pembongkaran dilakukan setelah sesepuh Tanah Abang, M. Yusuf bin Muhi atau akrab disapa Bang Ucu, berada di lokasi penjagalan. 

    "Saya dari Bogor pukul 02.00 WIB. Belum tidur, belum makan, khusus untuk saudara, adek-adek saya yang ada di sini, tukang kambing enggak ada yang lain. Saya ikut bertanggung-jawab kepada Allah untuk pencarian nafkah anak-anak yang ada di sini," ujar Bang Ucu di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Ahad, 11 Agustus 2013.

    Beberapa menit sebelumnya, Bang Ucu menelepon Wali kota Syaefulloh untuk meminta kejelasan nasib sanak saudaranya yang umumnya para penjagal hewan dan tukang kambing. Mereka berjanji bertemu di penjagalan. Setelah tiba disana, Syaefulloh berpelukan dengan Bang Ucu. "Ini persaudaraan kite," kata Syaefullah.

    Sekitar pukul 11.30, penjagalan yang berdiri sebelum Indonesia merdeka tersebut langsung porak-poranda dihantam alat berat backhoe yang dibantu petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan dijaga puluhan Polisi. Bang Ucu dan sanak saudaranya hanya bisa melihat dan meratapi tempat mencari nafkahnya selama berpuluh-puluh tahun tersebut hancur perlahan-lahan.

    Bang Ucu tampak melunak karena Syaefulloh menjanjikan bantuan uang cash selama dua bulan kepada 30 penjagal atau hingga masa pemindahan serta menyerahkan kepada penjagal untuk menentukan lokasi penjagalan baru di kawasan Tanah Abang.

    "Atas doa Abang dan permintaan adek-adek Abang, Pak Wali bertanggung-jawab, siap bersedie sampai dua bulan mau dikasih," kata Bang Ucu yang mengenakan jaket kulit berwarna cokelat dan bercorak garis-garis berwarna biru tersebut.

    Setelah itu, Bang Ucu meminta kepada 30 penjagal yang turut hadir untuk menuliskan nama dan alamat lengkap sesusai KTP, lantas menyerahkannya kepada Wali Kota Syaefullah. Bang Ucu meminta kepada Syaefullah agar membuat perjanjian hitam di atas putih yang akan diserahkan besok.

    "Abang enggak mau jadi fitnah. Tolong nama alamat yang lengkap, sekarang dibongkar mau, bukan masalah lisan, tapi item di atas putih, beliau (wali kota) harus tandatangani," ujar pria bertato "Kill of Tanah Abang" itu.

    Saat dikonfirmasi secara terpisah, Syaefullah menuturkan tetap akan merelokasi penjagalan ke pinggiran Jakarta. "Ya, sesuai perda kan seperti itu, kita masih terus usahakan untuk berkomunikasi," ujarnya.

    Mengenai ihwal pemberian uang cash kepada 30 penjagal, Syaefulloh masih belum memberikan penjelasan serta enggan memberikan kepastian. "Kita persaudaraan, bukan nanggung-menanggung," kata Syaefullah.

    LINDA TRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.