Aneka Pungutan di Tenabang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasan Tanah Abang di Jalan Kebon Jati, Jakarta. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Kawasan Tanah Abang di Jalan Kebon Jati, Jakarta. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Penertiban pedagang kaki lima di Pasar Tanah Abang mendapat banyak sorotan karena ada "perlawanan" dari pedagang ke pemerintah. Alotnya penertiban pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara itu mengerucut ke Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dengan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana.

    Majalah Tempo edisi Senin, 19 Agustus 2013 mengulas soal tarik-ulur di Tenabang ini. Haji Lulung--panggilan Abraham--memang dikenal sebagai pengusaha yang menguasai Tanah Abang. Lulung murka ketika Ahok diberitakan sempat berujar bahwa sulitnya penertiban Tanah Abang disebabkan adanya preman yang menjadi beking para pedagang liar di sana.

    Bagi Lulung, pasar tanah Abang menjadi lahan sangat basah. Ia memiliki sejumlah perusahaan yang mengelola keamanan dan parkir di pusat perdagangan tekstil itu. Dengan bendera PT Putraja Perkasa, PT Tujuh Fajar Gemilang, PT Tirta Jaya Perkasa, Sakom, juga koperasi Kobita, ia mengklaim mempekerjakan 7.000 orang. Tanah Abang, kata Lulung, merupakan sentra ekonomi. "Meludah saja bisa menjadi duit," kata Lulung.

    Bisnis di Tanah Abang terus berputar dengan omzet besar. Sementara, "bisnis" lain berputar di luar bangunan pasar, tempat ribuan pedagang kaki lima berjualan hingga badan jalan. Untuk bertahan, mereka membayar aneka pungutan liar.

    # Pasar Tanah Abang
    - Luas areal : 39.000  meter persegi
    - Luas bangunan : 82.386,5  meter persegi

    # Kios
    Blok A : 7.000 unit
    Blok B : 5.000 unit
    Blok F : 4.000 unit
    Blok G : 1.300 unit
    Tanah Abang Bukit :   300 unit

    # Pedagang Kaki Lima:
    - Pemegang KTP Jakarta : 470 pedagang
    - Pendatang : 785 pedagang

    # Aneka Pungutan
    - Harian : Rp 5-100 ribu
    - Bulanan : Rp 100 ribu-1 juta
    - Pemutihan : Rp 3,5-5 juta

    Jenis
    - Jasa keamanan
    - Parkir kendaraan milik pedagang
    - Jasa kebersihan
    - Gelar meja: pungutan yang dibayarkan pedagang sebelum mulai menggelar lapak.
    - Uang RW
    - Uang tempel: pungutan sukarela
    - Uang pemutihan: pungutan yang mesti dibayar pedagang menjelang puasa dan sesudah Lebaran agar tidak kehilangan lapak.

    ANTON SEPTIAN, MARIA HASUGIAN, LINDA TRIANITA, WIDIARSI AGUSTINA

    Terhangat:

    Ahok vs Lulung | Suap SKK Migas | Penembakan Polisi | Sisca Yofie

    Berita Terkait:
    Lulung: Saya Meludah Saja Jadi Duit
    Haji Lulung Tak Mau Lagi Diadu dengan Ahok

    Ahok: Saya Enggak Pernah Musuhan dengan Lulung
    Berselisih dengan Lulung, Ini Ideologi Ahok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.