Jaminan Tiket, Penumpang Tanah Abang: Ribet  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memberi petunjuk cara penggunaan tiket elektronik (e-tiket) KRL Commuter Line pada hari pertama penerapan tarif progresif dan e-tiket di stasiun Bekasi, Bekasi, Jawa Barat (1/7). ANTARA/Paramayuda

    Petugas memberi petunjuk cara penggunaan tiket elektronik (e-tiket) KRL Commuter Line pada hari pertama penerapan tarif progresif dan e-tiket di stasiun Bekasi, Bekasi, Jawa Barat (1/7). ANTARA/Paramayuda

    TEMPO.CO, Jakarta - PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mulai memberlakukan Tiket Harian Berjaminan (THB) sebagai pengganti kartu single trip hari ini, Kamis, 22 Agustus 2013. Ternyata, sejumlah penumpang kereta di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, tidak menyambut sistem tiket baru itu dengan gembira.

    Ismail faruqi, misalnya, pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Man Insan Cendekia Serpong, Tangerang, itu menilai THB hanya membuat penumpang kereta semakin repot. "Di loket sudah ngantri, top up juga ngantri, dan pas refund ngantri lagi," katanya kepada Tempo. "Malah makin ribet."

    Ahmad Royadi pun sependapat dengan Ismail. Pemuda 19 tahun berkulit gelap itu berpendapat, Tiket Harian Berjaminan justru semakin menyulitkan penumpang. "Bikin capek dan ribet," kata Ahmad yang sedang ingin melakukan perjalanan ke Serpong itu. "Menyusahkan," tambahnya.

    Aris, 19 tahun, juga menyuarakan pendapat yang serupa dengan Ismail dan Ahmad. Dengan THB, Aris menilai hanya membuat penumpang kerepotan. "Wah, enggak kebayang kalau antri lagi pas di refund," kata pemuda asal Parung, Bogor, itu sembari duduk di dekat pintu masuk sebuah anjungan tunai mandiri. "Repot juga."

    Dalam THB, ada dua biaya yang harus dibayar oleh penumpang kereta, harga tarif sesuai jumlah stasiun yang akan dilewati dan uang jaminan yang bernilai Rp. 5 ribu. Penumpang dapat kembali menerima uang jaminan tersebut, bila mengembalikan THB di pemberhentian terakhir. (Baca: Pro-Kontra Tiket Harian Berjaminan KRL Commuter)

    Jika pengembalian kartu telah melewati masa tenggang selama tujuh hari, penumpang tidak akan memperoleh uang jaminan. Tiket dinyatakan hangus dan tidak dapat digunakan lagi untuk pembelian rute perjalanan berikutnya. Selain itu, kerusakan pada kartu yang berakibat tak bisa dibaca oleh sistem e-ticketing, uang jaminan juga tidak dapat dikembalikan. (Baca: Jaminan Tiket Harian Hangus Setelah 7 Hari)

    Menurut pantauan Tempo, di dua pintu masuk Stasiun Tanah Abang tidak terlihat adanya spanduk sosialisasi Tiket Harian Berjaminan. Sementara di dalam, sejumlah petugas justru membagikan brosur tentang kartu multitrip. Adapun kondisi di sekitar loket dan pengecekan kartu terlihat lengang, tidak ada antrian yang memanjang. (Baca: Penerapan Jaminan Tiket, Banyak Penumpang Bingung)

    SINGGIH SOARES



    Topik terhangat:

    Suap SKK Migas
    | Penembakan Polisi | Pilkada Jatim | Rusuh Mesir | Partai Demokrat



    Berita Lainnya:
    Beli Tiket KRL Wajib Beri Jaminan Rp 5.000
    Penumpang Kereta Komuter di Depok Marah-marah
    Jaminan Tiket Harian Hangus Setelah 7 Hari
    Pro-Kontra Tiket Harian Berjaminan KRL Commuter
    Tiket Multitrip KRL Bisa Jadi Kartu Debit


  • KRL
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...