Rabu, 14 November 2018

Demo Metromini Tolak Peremajaan Angkutan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengemudi bis Metromini meneriakkan tuntutan saat melakukan unjuk rasa di depan pagar Balai Kota DKI Jakarta (29/8). Tempo/Nurul Mahmudah

    Sejumlah pengemudi bis Metromini meneriakkan tuntutan saat melakukan unjuk rasa di depan pagar Balai Kota DKI Jakarta (29/8). Tempo/Nurul Mahmudah

    TEMPO.CO, Jakarta - Demo Metromini di depan Balai Kota pada hari ini, Kamis, 29 Agustus 2013, disertai teriakan emosi dari para demonstran. Selain puluhan sopir dan kernet Metromini berjajar di depan Balai Kota, puluhan Metromini pun tampak terparkir di Jalan Merdeka Selatan.

    Lalu lintas di sepanjang jalan tersebut agak tersendat. Demo ini melibatkan sopir Metromini dari semua trayek di Jakarta. Akibatnya, tak ada Metromini yang beroperasi. "Udar Pristono harus dicopot karena tidak bisa memimpin armada di Jakarta ini. Dia terlalu ambisi mengatakan Metromini tidak layak lagi," teriak salah satu massa demo yang mengenakan peci merah.

    Ia berusaha mendinginkan amarah massa yang mulai menggoyang-goyang dengan kasar gerbang Balai Kota. Massa berusaha menjebol gerbang besi Balai Kota. Puluhan polisi yang diterjunkan oleh Polda Metro Jaya berbaris di depan gerbang untuk mengantisipasi massa yang agresif. Namun, tak ada adu fisik antara massa demo dan polisi.

    Selain menuntut Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono, mereka juga menuntut agar Metromini 640 yang dikandangkan untuk segera dikembalikan. "Mau dikemanakan orang-orang kayak kami" teriak salah seorang massa. "Keluarkan Jokowi sekarang!" teriak yang lain.

    "Kami ini butuh makan, pak. Kami mohon kepada Bapak Jokowi untuk bersedia menemui kami agar permasalahan armada Metromini selesai."

    Hingga tengah hari, Massa demo Metromini masih memenuhi jalan di depan Bali Kota. Sanipar, sopir Metromini 40, jurusan Pasar Minggu-Tanah Abang, menuturkan dirinya kecewa dengan kebijakan tidak mengoperasikan Metromini.

    Sejak tahun 1970-an, bus kota warna merah-jingga ini telah beroperasi di jalan Jakarta. Sebagai bus kota pertama yang beroperasi di Jakarta, Sanipar merasa kebijakan mengandangkan Metromini dari Pemprov ini tak adil. Ia pun juga enggan jika Pemprov melakukan peremajaan terhadap Metromini, seperti yang dilakukan terhadap Kopaja. "Kalau jadi, busnya AC saya enggak mau. Tarifnya 6 ribu, siapa penumpang yang mau naik. Tiga ribu aja udah mau berantem sama penumpang. Sekarang orang udah pilih naik motor," kata Sanipar.

    NURUL MAHMUDAH



    Terhangat:
    Suap SKK Migas | Konvensi Partai Demokrat | Pilkada Jatim

    Berita populer:
    Warga Penolak Lurah Susan Juga Akan Demo Jokowi

    Jokowi Siap Jadi Mediator Keraton Solo, Tapi...

    Demo Lurah Susan Digerakkan Dua Tokoh Ini

    Loch Ness Tertangkap Kamera Fotografer Amatir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?