Kamis, 22 Februari 2018

Lurah Susan, Sengatan Matahari dan Bakso  

Oleh :

Tempo.co

Jumat, 30 Agustus 2013 06:18 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lurah Susan, Sengatan Matahari dan Bakso  

    Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli saat menjawab pertanyaan wartawan di ruangannya, Jakarta (26/8). Lurah tersebut di tolak warga Lenteng Agung karena menganut agama yang berbeda dengan mayoritas warganya. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta--Setelah menyaksikan renovasi di Taman Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Lurah Susan makan siang di areal ruang terbuka hijau itu, Kamis, 29 Agustus 2013. Lurah Susan makan bareng dengan staf kelurahan, Camat Jagakarsa, Hasril, dan para wartawan.

    Makan siang itu digelar di atas dua tikar. Ada dua menu makanan yang disajikan. Nasi bungkus dan bakso. Lurah Susan pun memilih makanan yang disebutkan terakhir. "Saya makan bakso aja," ujar Lurah yang tengah menggunakan topi dinas, batik warna cokelat dipadu dengan celana panjang berwarna putih itu.

    Sebelum menyantap bakso, Lurah Susan memasukkan kecap dan sambal. Berdasarkan pantauan, Lurah yang berdomisili di Gondangdia, Jakarta Pusat, itu begitu lahap menyantap makanan berbahan dasar daging itu. Tak ada satu pun bakso yang tersisa di dalam mangkok.

    Acara makan siang itu pun diselingi dengan canda dan gelak tawa. Lantaran sinar matahari begitu terik, Lurah Susan mengeluarkan sebuah lelucon, "Matiin deh lampunya," ujar perempuan yang menggunakan cincin bermahkotakan batu warna hijau di jari telunjuk kirinya itu sembari tertawa.

    Setelah melahap satu porsi bakso, Lurah Susan minum sebotol minuman bercita rasa teh. Lurah Susan pun beberapa kali meminta para wartawan untuk makan lagi. Tak hanya wartawan, dia juga menawarkan kepada Camat Hasril. "Pak camat mau bakso lagi?"

    Lurah Susan berkunjung ke Taman Lenteng Agung sekitar jam 12 siang. Dia ingin melihat sejauh mana perkembangan dari renovasi. Saat itu, para tukang sedang mengecat sejumlah fasilitas taman seperti bangku dan area bermain. "Itu baru dicat," katanya. "Warnanya masih kurang bagus."

    Lurah Susan didemo oleh ratusan pengunjuk rasa yang menamakan diri Forum Penolakan Warga terhadap Penempatan Lurah Lenteng Agung. Mereka meminta Lurah Susan mundur dari jabatannya karena dianggap tak mewakili karakteristik masyarakat Lenteng Agung yang mayoritas muslim.

    SINGGIH SOARES


    Terhangat:
    Lurah Lenteng Agung | Pilkada Jatim | Konvensi Partai Demokrat



    Berita terkait:

    Didemo Warga, Keluarga Lurah Susan Santai Saja

    Cara Ahok Menilai Kinerja Lurah dan Camat

    Pendemo: Rotasi Lurah Susan, Jokowi Masuk Surga

    Demo Lurah Susan Digerakkan Dua Tokoh Ini


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Vino G Bastian, Sherina Munaf, dan Para Pemeran Wiro Sableng 212

    Bersama Sherina Munaf dan Marsha Timothy, Vino G Bastian menghidupkan kembali tokoh penggenggam Kapak Maut Naga Geni 212 dalam film Wiro Sableng.