2014, Pasar Benhil Bakal Dilengkapi Apartemen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahok: Saya Ini Meritokrasi

    Ahok: Saya Ini Meritokrasi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, akan merombak total Pasar Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, pada tahun depan. Menurut mantan Bupati Belitung ini, pasar tersebut akan dikombinasikan dengan apartemen.

    "Jadi pasarnya tetap dua lantai, nah, di atasnya apartemen," kata Basuki yang akrab disapa Ahok di Balai Kota, Selasa, 10 September 2013. Keberadaan pedagang yang saat ini sudah ada tidak akan digusur. Dia melanjutkan, mereka tetap mendapat tempat di pasar baru tersebut dan sewanya akan lebih murah.

    Tidak hanya apartemen, di pasar tersebut akan ada pusat perkantoran dan hotel. Tujuannya, selain memperindah pasar, juga menjaga keberlangsungan para pedagang. Sebab, ketika mereka menempati tempat barunya, pedagang ini harus menggunakan prinsip moderen. Maksudnya, meski masih tradisional, mereka harus mau ditata dengan rapi dan tidak membuang sampah sembarangan. Juga menerapkan standar mutu kualitas dagangan yang layak.

    Juru bicara Perusahaan Daerah Pasar Jaya Agus Lamun mengatakan, proyek ini akan dilaksanakan awal tahun 2014. Bentuknya adalah kerja sama bisnis dengan pihak ketiga. "Kami sudah mengadakan beauty contest, dan yang akan menggarap PT Kurnia Jaya Realty, termasuk pendanaan," ujarnya. Dia berharap dengan revitalisasi ini akan mengundang pengunjung dan menambah nilai plus bagi para pedagang.

    SYAILENDRA

    Berita Lainnya:
    Menhut Tak Nyaman dengan Pertanyaan Harrison Ford
    Mahasiswi Dijual Pacarnya ke Lokalisasi Banyuwangi
    Istana Akan Ajukan Deportasi Harrison Ford
    Polda: Ahmad Dhani Tak Bisa Dipidana soal Ulah Dul
    Teman Dul Kembali Berdatangan ke RSPI
    Zulkifli Hasan Tak Mau Harrison Ford Temui SBY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.