Mobil Murah Cuma Trik Dagang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang model berdiri disamping mobil Daihatsu DR Estate dalam pameran Indonesia International Motor Show (IIMS), di Jiexpo Kemayoran, Jakarta (19/9). Dalam pameran ini hampir semua Agen Tunggal Pemegang Merek menawarkan mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC). TEMPO/Imam Sukamto

    Seorang model berdiri disamping mobil Daihatsu DR Estate dalam pameran Indonesia International Motor Show (IIMS), di Jiexpo Kemayoran, Jakarta (19/9). Dalam pameran ini hampir semua Agen Tunggal Pemegang Merek menawarkan mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta -Pengamat kebijakan publik Yayat Supriyatna meminta masyarakat berhati-hati dengan penggunaan kata murah dalam penjualan   mobil. Menurut Yayat,   mobil murah sesungguhnya tidak benar-benar ada. "Itu hanya trik dagang," ujarnya ketika dihubungi Tempo, Sabtu 21 September 2013. 

    Apalagi, lanjut dia,  pengadaan mobil murah belum memiliki dasar hukum. "Dari mana dasar penetapan PPnBM-nya?" tanya Yayat. Dia menantang pemerintah menunjukkan kajian akademis terkait itu.

     

    Lebih lanjut Yayat menilai mobil murah bukan solusi masalah transportasi. Ia justru mempertanyakan komitmen pemerintah yang dulu pernah memberi perhatian pada pengembangan angkutan umum lewat pencanangan 17 langkah mengatasi kemacetan. "Kenyatannya jalan di tempat," ujarnya.

     

    Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Perindustrian melontarkan program low cost green car (LCGC). Rencananya, mobil dengan CC rendah ini bakal hadir tahun depan sebanyak 200 ribu unit. Sejumlah kepala daerah, yaitu Gubernur DKI Joko Widodo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Surakarta F.X Hadi Rudyatmo, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil  sudah menolak rencana tersebut. 

     

    Yayat menyarankan  pemerintah pusat berdialog dengan daerah. Jika pemerintah pusat masih juga berkeras mengadakan mobil murah, menurut Yayat, parkir kendaraan harus dibuat mahal dan sistem jalan berbayar (electronic road pricing/ERP) harus diberlakukan. "Pemprov juga harus lawan dengan Perda," ujarnya.

     

    ATMI PERTIWI

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.