Ditegur Mendagri, Ahok: Cuekin Saja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak mau ambil pusing dengan teguran dari Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Pria yang akrab disapa Ahok itu ditegur lantaran menilai Gamawan tidak paham konstitusi terkait masalah Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine.

    "Cuekin saja. Orang enggak ada dasarnya, kok," kata Ahok, sapaan Basuki, selepas menghadiri acara Sail Komodo Robotic For Indonesia di Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu, 28 September 2013.

    Seperti diketahui, Lurah Susan didemo warganya lantaran berbeda keyakinan dengan mayoritas warga setempat. Mereka pun menuntut Pemerintah Provinsi DKI untuk memutasi Lurah Susan. Agar masalah cepat teratasi, Gamawan menyarankan Gubernur DKI Joko Widodo untuk mengevaluasi penempatan Lurah Susan.

    Namun, Ahok tidak setuju dengan saran Gamawan. Menurut Ahok, Indonesia adalah negara yang menganut ideologi Pancasila. Jadi, pemilihan pejabat negara bukan ditentukan karena adanya yang menolak atau sebaliknya. Ia lalu meminta Gamawan untuk kembali mempelajari konstitusi.

    Atas ucapannya tersebut, Ahok menerima pesan singkat yang berisi teguran dari Gamawan. Ahok mengungkapkan, isi pesan singkat itu menyebutkan bahwa dia salah persepsi terkait saran yang diberikan Gamawan. Meski begitu, mantan bupati Belitung itu tetap menilai pendapat Gamawan tidak tepat.

    SINGGIH SOARES

    Berita terpopuler
    Soal Lurah Susan, Staf Mendagri Tegur Ahok
    Lobi Makan Siang, Jurus Jokowi Luluhkan Warga
    Jokowi Berebut Kaos dengan Bocah di Blok G
    Pendemo Lurah Susan Bukan Warga Lenteng Agung?
    Kalahkan Turki, Timnas U-23 ke Final ISG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.