Senin, 19 November 2018

Nur Mahmudi Bikin Batik One Day No Rice  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Depok Nurmahmudi Ismail (tengah) bersama penemu beras tiruan IPB Slamet Setijanto (kiri) dan Dekan Fakultas Pertanian IPB Syam Herodian (kanan) memperlihatkan hasil beras tiruan yang terbuat tepung lokal non beras dan gandum usai penandatangan kerjasama diversifikasi pangan dengan pemerintahan Kota Depok di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jabar, Senin (21/5). ANTARA/Jafkhairi

    Walikota Depok Nurmahmudi Ismail (tengah) bersama penemu beras tiruan IPB Slamet Setijanto (kiri) dan Dekan Fakultas Pertanian IPB Syam Herodian (kanan) memperlihatkan hasil beras tiruan yang terbuat tepung lokal non beras dan gandum usai penandatangan kerjasama diversifikasi pangan dengan pemerintahan Kota Depok di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jabar, Senin (21/5). ANTARA/Jafkhairi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, memperkenalkan model batik terbaru yang terinspirasi dari program kerjanya. Batik itu diberi nama batik One Day No Rice (ODNR). "Batik ini dinamakan batik ODNR karena bermotifkan berbagai varian karbohidrat yang dapat dikonsumsi sebagai pengganti nasi," kata Nur Mahmudi, Rabu, 2 Oktober 2013.

    One Day No Rice merupakan sebuah program satu hari tanpa nasi. Batik ODNR ini sejatinya sudah dirilis pada Mei lalu. Kini batik itu dikenalkan lagi karena bertepatan dengan Hari Batik. Nur Mahmudi menjelaskan, dengan diresmikannya batik ODNR, maka ada 11 desain batik khas Kota Depok.

    Nur Mahmudi mengatakan, kekhasan batik Kota Depok didominasi simbol-simbol seperti lambang Kota Depok Paricara Dharma, Gong si Bolong, Topeng Cisalak, tanaman hias, ikan hias, dan sebagainya. Bila dilihat dari warna dasar, 11 motif batik itu terdiri dari beberapa warna, yakni kuning keemasan, merah marun, oranye, biru, dan biru tua.

    Adapun motif simbol terdiri dari Paricara Dharma, sayap, belimbing dan ikan memphis, mega mendung, jembatan panus, margonda, gedung tua dan Gong si Bolong, serta Topeng Cisalak. "Semua itu menunjukkan masyarakat Depok tak pernah meninggalkan sejarah dan budaya para pendahulunya," katanya.

    Salah seorang pengurus Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Daerah Depok, Sri Ayu, mengatakan hingga kini batik khas Depok masih diproduksi di Kota Solo. Alasannya, belum ada lahan untuk membangun tempat kerajinan batik di Kota Depok. "Terganjal masalah limbah juga," ujarnya.

    ILHAM TIRTA

    Topik terhangat:

    Edsus Lekra | Senjata Penembak Polisi | Mobil Murah | Info Haji

    Berita lainnya:
    Pemerintah AS 'Tutup', Siapa yang Paling Terdampak?
    Melongok Lobi Meja Makan ala Jokowi
    TNI Tertarik Kecanggihan Kapal Selam Rusia
    Ilmuwan Temukan 1.000 Planet Alien
    Ketika Hakim Konstitusi 'Dipaksa' Berbahasa Jawa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.