Kompolnas: Polwan Lebih Tahan Suap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Briptu Eka Frestya (tengah), Brigadir Polisi Avvy Olivia (kiri), Inspektur Polisi Satu Eny Regama (kanan) di kantor gedung National Traffic Management (NTMC) , Cawang, Jakarta, 29-8, 2012. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Briptu Eka Frestya (tengah), Brigadir Polisi Avvy Olivia (kiri), Inspektur Polisi Satu Eny Regama (kanan) di kantor gedung National Traffic Management (NTMC) , Cawang, Jakarta, 29-8, 2012. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Adrianus Meliala mengatakan polisi wanita (Polwan) lebih unggul dalam banyak hal ketimbang polisi laki-laki. Salah satunya soal kekuatan iman menolak suap dan gratifikasi. "Polwan itu lebih sulit disuap," kata Adrianus ketika ditemui di kantornya, Rabu, 2 Oktober 2013.

    Beberapa keunggulan Polwan lainnya, kata Adrianus, terlihat ketika berhadapan dengan perempuan dan anak-anak yang jadi saksi atau korban kejahatan. Polwan lebih sensitif menghadapi korban anak-anak dan perempuan. Selain itu mereka juga lebih pandai dalam menginterogasi dan memersuasi korban atau saksi perempuan dan anak-anak.

    Meski demikian, jumlah Polwan di Indonesia masih jauh dari angka ideal. "Baru 0,3 persen dari 400 ribu polisi. Idealnya 10 persen," kata pakar Kriminologi dari UI tersebut. Padahal polisi perempuan, kata dia, dalam hal-hal tertentu jauh lebih baik ketimbang polisi laki-laki.

    Wakil Kepala Kepolisian Komisaris Jendral Oegroseno mengungkapkan dalam catatan kepolisian, saat ini setidaknya ada 12.100 polisi wanita, 9.800 di antaranya berpangkat brigadir. Sementara jumlah kantor Polsek di seluruh Indonesia ada 4.773. Namun, sebaran Polwan tak merata di tiap daerah. "Sebenarnya dari jumlah cukup, tapi kalau semua disebar ke Polsek, habis sudah," ujarnya. Menurut Oegroseno, Kepolisian akan lebih banyak merekrut Polwan mulai tahun depan. "Tahun depan, kebijakannya seperti itu."

    ANANDA BADUDU

    Berita Lainnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.