Senin, 19 Februari 2018

Diduga Terkait Pembunuhan Holly, Gatot Dicekal

Oleh :

Tempo.co

Jumat, 11 Oktober 2013 15:30 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diduga Terkait Pembunuhan Holly, Gatot Dicekal

    Holly Angela dan suaminya. detiknews.com/istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi telah melayangkan surat ke Ditjen Imigrasi untuk mencegah Gatot Supriantono bepergian ke luar negeri. Langkah ini diambil terkait dengan kasus pembunuhan terhadap Holly Angela, yang diduga sebagai istri siri dari Gatot. Gatot sendiri tercatat sebagai penyidik di Badan Pemeriksa Keuangan. "Sudah dilayangkan hari ini ke Ditjen Imigrasi," ujar juru bicara Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, Jumat, 11 Oktober 2013.

    Pembunuhan terhadap Holly terjadi 30 September 2013 di apartemen Kalibata City (Baca: Ini Kronologi Kematian Holly Angela). Pada saat bersamaan, seorang lelaki bernama Elriski Yudhistira ditemukan tewas setelah terjun dari lantai sembilan apartemen yang sama.

    Belakangan polisi menyimpulkan Elriski adalah orang yang membunuh Holly. Perbuatan itu dilakukan  bekerja sama tiga temannya: S, AL, dan R. Polisi sudah menangkap A dan AL dua hari lalu, sedangkan R masih buron. 

    Dari hasil pemeriksaan S dan AL, diketahui pembunuhan itu sudah direncanakan sejak Agustus lalu. Tersangka S diduga orang yang membuat rencana. Polisi mengatakan, S ternyata pernah bekerja sebagai sopir pribadi Gatot. "Penyidik masih menelusuri dugaan keterlibatan G dalam kasus ini," kata Rikwanto.

    Dengan alasan itulah polisi meminta Ditjen Imigrasi mencegah Gatot ke luar negeri agar proses pemeriksaan berjalan lancar. 

    M. ANDI PERDANA

    Berita Terkait:
    Suami Holly Sudah Pulang dari Australia
    Pembunuh Holly Berprofesi Penagih Utang
    Terduga Pembunuh Holly Terungkap dari CCTV
    Kunci Duplikat & Handuk Ungkap Pembunuh Holly


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Sasaran Strategis Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan

    Sasaran Strategis Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan meliputi kualitas, potensi, kesimbangan sumber daya hutan dan lingkungan hidup.