Selasa, 20 November 2018

Budayawan: Razia Topeng Monyet Salah Besar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menunjukkan hasil penertiban topeng monyet yang dilakukan di lima wilayah DKI Jakarta (23/10). Pemprov DKI Jakarta akan melepaskan ke-10 monyet hasil tangkapan ke Kebun Binatang Ragunan dan memberikan uang ganti rugi sebesar Rp 1 juta terhadap pemilik atau pawang agar beralih profesi lain. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menunjukkan hasil penertiban topeng monyet yang dilakukan di lima wilayah DKI Jakarta (23/10). Pemprov DKI Jakarta akan melepaskan ke-10 monyet hasil tangkapan ke Kebun Binatang Ragunan dan memberikan uang ganti rugi sebesar Rp 1 juta terhadap pemilik atau pawang agar beralih profesi lain. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta - Budayawan Betawi Ridwan Saidi menilai tindakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk merazia topeng monyet dan menyerahkan monyet-monyet itu ke kebun binatang adalah tindakan yang salah. Menurutnya, hal itu sama saja menyiksa hewan primata tersebut.

    "Razia itu salah. Apanya yang sayang binatang, macan aja di kebun binatang juga disiksa kan," kata Ridwan Saidi usai menghadiri acara diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu, 26 Oktober 2013.

    Menurutnya, jika memang monyet-monyet itu ingin diberlakukan layak, maka tidak harus diserahkan ke kebun binatang. "Ya di bonbin masih sama juga dikandangin kan, kan sewajarnya tuh monyet mau hidup bebas."

    Menurut Ridwan, bisnis hiburan topeng monyet sudah hidup dari jaman penjajahan Jepang. Dalam catatan versinya, dia mencatat di Jakarta ada sekitar 5.000 orang yang hidup dalam hiburan bisnis topeng monyet.

    Jika topeng monyet ditiadakan, lanjut Ridwan, maka beberapa kepala keluarga kehilangan bisnis hiburan yang mempertontonkan atraksi hewan primata itu. "Ya terus kalau dirazia topeng monyet udah kaga ada lagi?" katanya. "Padahal dari saya kecil itu adalah hiburan bagi masyarakat."

    "Topeng monyet itu juga bagian dari bisnis hiburan untuk anak-anak, liat aje noh di kampung-kampung orang-orang pada nanggep topeng monyek kan," kata Ridwan. "Yang saya lihat juga si tukang topeng monyet kagak nyiksa monyetnya kok."

    Jokowi, lanjut Ridwan, harusnya membuat satu terobosan baru untuk mengganti hiburan topeng monyet itu."Bukan cuma ngerazia doang."

    REZA ADITYA
    Topik Terhangat:
    Sultan Mantu| Misteri Bunda Putri| Gatot Tersangka| Suap Akil Mochtar| Dinasti Banten

    Berita Terpopuler:
    11 Kantor Bisnis Keluarga Ratu Atut
    Bunda Putri Ternyata Alumnus IPB?
    Analisis Wajah Ratu Atut: Pribadi Berambisi Besar
    Prabowo Terakhir Minta Visa AS pada 2004 
    Prabowo: Hakim Bisa Disogok, Apalagi Wartawan 
    Siasati Banjir, Ini Dia Padi Apung dari Ciganjeng  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.