Terlibat Penipuan, Suami Pesinetron Eddies Adelia Ditangkap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Eddies Adelia dan Ferry Setiawan usai melangsungkan akad nikah di Jakarta, (27/10).  ANTARA/Teresia May

    Eddies Adelia dan Ferry Setiawan usai melangsungkan akad nikah di Jakarta, (27/10). ANTARA/Teresia May

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya menangkap suami pesinetron Eddies Adelia, Ferry Setiawan. Penangkapan itu terkait dugaan penipuan yang dilakukan Ferry. "Yang bersangkutan telah ditangkap pada 18 Oktober lalu," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto, Senin, 28 Oktober 2013.

    Menurut Rikwanto, kasus penipuan itu dilaporkan rekan bisnis Ferry dalam proyek pengadaan batu bara. Modus penipuan itu adalah Ferry mengaku mendapat proyek pengadaan batu bara untuk pembangkit listrik. "Agar proyek berjalan, dia mencari investor," kata Rikwanto.

    Seorang pengusaha tertarik untuk memodali bisnis itu. Dana Rp 25 miliar digelontorkan kepada Ferry dalam beberapa tahap. Selanjutnya, Ferry membuat laporan tentang pengiriman batubara dari Kalimantan dengan dokumen lengkap. "Belakangan, korban curiga bahwa semua itu fiktif, termasuk proyek dan dokumennya," kata Rikwanto.

    Karena merasa ditipu, korban kemudian melaporkan Ferry ke polisi. Dia dibekuk di Bandara Soekarno-Hatta saat baru tiba dari Singapura. Polisi menjerat laki-laki itu menggunakan Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Penipuan.

    RIZKI PUSPITA SARI

    Berita Terpopuler:
    Ini Agenda Aksi FPI Menolak Lurah Susan
    FPI Akan Demo Jokowi Soal Lurah Susan
    Aksi Mengusik Lurah Susan, FPI Beri Contoh Buruk
    Perusak Rumah Adiguna Sutowo Bernama Floren
    Jakarta Marathon Bikin Macet, Jokowi: Biasanya Juga Macet
    Mendagri Tak Tahu FPI Mulai Mengusik Lurah Susan
    Soal BBM Penurunan Wagub DKI, Ahok: Itu Fitnah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.