Denda Sejuta Penerobos Busway Rawan Diselewengkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah mobil Honda CRV terperosok ke pembatas jalan setelah menerobos jalur Transjakarta. Masukbusway.com/@marcelle_jo

    Sebuah mobil Honda CRV terperosok ke pembatas jalan setelah menerobos jalur Transjakarta. Masukbusway.com/@marcelle_jo

    TEMPO.CO, Jakarta--Pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo menilai sanksi tilang Rp 1 juta kepada pengendara yang masuk jalur Transjakarta sudah sesuai. Ia mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007.

    "Hanya ini perlu pengawasan karena rawan diselewengkan oknum aparat," kata Agus ketika dihubungi pada Selasa, 30 Oktober 2013. Menurut Agus, jika pengawasan kuran bisa ada oknum bermain mata.

    Per 1 November nanti, Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Pemerintah DKI Jakarta akan menerapkan aturan tersebut. Sanksi ini dinilai pas untuk mengurangi pengendara yang menyerobot jalur Transjakarta.

    Pengamat kebijakan publik, Mas'ud Said menilai agar tidak rawan main mata, denda tilang harus dibayar lewat rekening. "Jadi nanti menunjukan bukti transfer," ujarnya.

    Bahkan, menurut dia, perlu ada rekening khusus untuk menampung hasil tilangan ini. Penggunaan denda tersebut juga baiknya dikembalikan untuk kepentingan publik seperti membeli angkutan umum.

    SYAILENDRA

    Berita terkait:
    Warga Setuju Denda Masuk Jalur Busway
    Datangkan 1.000 Bus, Jokowi Mentok di Alokasi Gas
    Transjakarta Buka Program Wisata Pelajar
    Tak Cuma 'Anak Jendral', Jokowi Dilarang di Busway


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.