Jokowi Minta Pintu Stasiun Tanah Abang Dipindah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memberikan secara simbolis kunci kios kepada pedagang saat meresmikan Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta  (2/9).  TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memberikan secara simbolis kunci kios kepada pedagang saat meresmikan Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta (2/9). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo belum selesai menata Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Minggu, 17 November 2013, Jokowi mengungkap rencananya meminta PT KAI memindahkan pintu keluar Stasiun Tanah Abang.

    Tujuannya, mempromosikan Blok G Pasar Tanah Abang dengan cara memudahkan akses bagi pengunjung yang baru turun dari kereta. Saat ini pintu keluar stasiun berada di dekat jalan layang yang menuju perempatan Cideng, berlawanan arah dengan letak Blok G.

    "Nanti pertengahan 2014 (pintu keluar stasiun) akan dipindahkan ke sisi di dekat pasar," kata Jokowi di Blok G Tanah Abang Minggu, 17 November 2013.

    Semua itu dilakukan untuk meramaikan Pasar Blok G yang kini dihuni oleh pedagang kaki lima yang direlokasi dari jalanan Tanah Abang. Setelah mendapatkan sejumlah insentif seperti gratis sewa kios selama enam bulan pertama, para pedagang itu masih mengeluhkan kondisi pasar yang sepi.

    Pemerintah juga berencana memasang eskalator di Blok G. Instalasi eskalator itu direncanakan dimulai pada Desember 2013. "Pelan-pelan berjalan, kalau peralatan langsung dibawa ke sini semua nanti macet," ujar Jokowi.

    Baca: Jokowi Minta Pegadang Blok G Tidak Mengeluh Terus.

    ANGGRITA DESYANI

    Terpopuler
    Jonas Minta Maaf, FPI Tetap Ingin Dia ke Penjara

    Pemerintah Waspadai 'Cyber Crime' 

    Pengguna Teknologi Diajak Peduli Cyber Crime

    Mariah Carey Merasa Dibohongi di Idol  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.