Mau Tahu Pajak Kendaraan Kedua dan Ketiga Anda?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemacetan di Jakarta yang menyebabkan pengendara motor menghiraukan fungsi dari trotoar di di kawasan jalan MH. Thamrin Jakarta (30/09). Tempo/Amston Probel

    Kemacetan di Jakarta yang menyebabkan pengendara motor menghiraukan fungsi dari trotoar di di kawasan jalan MH. Thamrin Jakarta (30/09). Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tengah menyusun Peraturan Daerah tentang Pajak Progresif Kendaraan Bermotor. Sebenarnya pemerintah DKI pernah menaikkan pajak jenis ini tiga tahun lalu, yakni melalui Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pajak Kendaraan Bermotor.

    => Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pajak Kendaraan Bermotor
    Kendaraan pertama 1,5 persen dari nilai jual kendaraan bermotor.
    Kendaraan kedua 2 persen dari nilai jual kendaraan bermotor.
    Kendaraan ketiga 2,5 persen dari nilai jual kendaraan bermotor.
    Kendaraan keempat dan seterusnya 4 persen dari nilai jual kendaraan bermotor.

    => Pajak progresif dalam rancangan peraturan daerah
    Kendaraan pertama 2 persen dari nilai jual kendaraan bermotor.
    Kendaraan kedua 4 persen dari nilai jual kendaraan bermotor.
    Kendaraan ketiga 5 persen dari nilai jual kendaraan bermotor.
    Kendaraan keempat dan seterusnya 8 persen dari nilai jual kendaraan bermotor.

    => Jumlah kendaraan bermotor di Jakarta
    2008: 9.647.925 unit
    2009: 13.347.802 unit
    2010: 11.997.519 unit
    2011: 13.347.802 unit
    2012: 14.618.313 unit
    2013: 15.835.313 unit (sampai Oktober 2013)

    => Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor Jakarta
    2008: Rp 8,751 triliun
    2009: Rp 8,56 triliun
    2010: Rp 10,7 triliun
    2011: Rp 15,2 triliun
    2012: Rp 19,2 triliun
    2013: Rp 19,4 triliun (hingga Oktober 2013)
    *Setiap tahun rata-rata sebanyak 83 persen disumbang pajak kendaraan bermotor (PKB) dan pajak bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB).

    SYAILENDRA

    Topik Terhangat
    Korupsi Hambalang | Topan Haiyan | SBY Vs Jokowi | Dinasti Atut | Adiguna Sutowo |

    Berita Terpopuler
    Diduga Perkosa Anak Kandung, Sopir Taksi Dibekuk
    Dana Rp 905 Juta untuk Atasi Hewan Liar di Jakarta
    Polisi Terima Dua Laporan Penipuan Ferry Setiawan 
    Garda Satwa Razia 18 Kucing Liar di Kampung Melayu 
    Jual Sabu, Tukang Roti Diringkus



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.