Tangani Banjir, Dinas Kesehatan Rapat Evaluasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memanfaatkan banjir dengan menjaring ikan di kawasan Ciledug Indah, Tangerang, Banten, (14/11). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Warga memanfaatkan banjir dengan menjaring ikan di kawasan Ciledug Indah, Tangerang, Banten, (14/11). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabekpunjur) berpotensi mengakibatkan banjir di Ibu Kota. Untuk menangani banjir, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta akan menggelar rapat evaluasi. "Hari Kamis pekan ini akan ada rapat evaluasi di Dinas Kesehatan," ujar Kepala Bidang Pelayanan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Safarudin, saat dihubungi Tempo, Senin, 18 November 2013.

    Dia mengatakan, dalam rapat tersebut akan ada pembahasan mengenai persiapan sebelum banjir, saat banjir, dan setelah banjir. Adapun persiapan akan dilakukan seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

    Pada awal Januari lalu, Dinas Kesehatan mendirikan 30 posko kesehatan yang tersebar di lima wilayah Jakarta. Posko tersebut berada di daerah banjir dan rawan banjir. Empat tenaga medis ditempatkan di tiap-tiap posko. "Di sudin (suku dinas) pun sudah didirikan posko kesehatan," ujar Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu, Ahad lalu.

    Untuk penanganan banjir di Jakarta Timur, khususnya wilayah Kampung Melayu, Bambang mengaku pihaknya sudah siap siaga. Pemerintah pun sudah menyiapkan beberapa keperluan, termasuk tenda darurat. "Kami sudah siapkan 3 unit tenda peleton," ujar Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu, kepada Tempo, Senin, 18 Agustus 2013.

    Dia mengatakan, satu unit tenda dapat menampung 20-30 orang. Menurut Bambang, jumlah tenda yang disediakan sedikit karena lokasi pengungsian tak memerlukan tenda. Bambang juga mengaku, kelurahan tidak memiliki tenda portabel.

    Tal hanya ihwal peralatan seperti tenda, Bambang menuturkan, kelurahan telah berkoordinasi dengan Suku Dinas Sosial, Suku Dinas Kesehatan, Suku Dinas Pemadam Kebakaran, Suku Dinas Trantib, Suku Dinas PU Tata Air, Suku Dinas Kebersihan, Kecamatan Jatinegara, PMI, dan pihak terkait lainnya. Koordinasi ini berada langsung di bawah wali kota. "Kami siapkan di antaranya SDM, peralatan, logistik, dan lokasi pengungsian."

    Tempat yang menjadi lokasi pengungsian khusus bagi warga Kampung Melayu, menurut Bambang, antara lain di kantor Suku Dinas Kesehatan, Masjid At Tawabin, Rumah Sakit Hermina, kantor RW 3, kantor RW 7, Musala Al Awabin, dan Musala Al Ikhlas. "Kami sudah siap," ujarnya.

    ERWAN HERMAWAN


    Topik Terhangat
    Korupsi Hambalang | Topan Haiyan | SBY Vs Jokowi | Dinasti Atut | Adiguna Sutowo|

    Berita Terpopuler
    Diduga Perkosa Anak Kandung, Sopir Taksi Dibekuk
    Dana Rp 905 Juta untuk Atasi Hewan Liar di Jakarta
    Polisi Terima Dua Laporan Penipuan Ferry Setiawan
    Garda Satwa Razia 18 Kucing Liar di Kampung Melayu
    Jual Sabu, Tukang Roti Diringkus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.