Takut Dikeroyok, Pencuri Ngumpet di Selokan 5 Jam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Eko, tahanan polsek Cikupa yang melarikan diri, mengalami luka tembak di Polres Kota Tangerang, Banten, Senin (4/3). Para tersangka bernama Eko Wartono (32) yang merupakan tersangka kasus pembunuhan berencana, Imron (20) tersangka pencurian kendaraan bermotor serta tersangka penipuan, Toha (27). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Tersangka Eko, tahanan polsek Cikupa yang melarikan diri, mengalami luka tembak di Polres Kota Tangerang, Banten, Senin (4/3). Para tersangka bernama Eko Wartono (32) yang merupakan tersangka kasus pembunuhan berencana, Imron (20) tersangka pencurian kendaraan bermotor serta tersangka penipuan, Toha (27). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Bogor - Saking takutnya dihakimi massa, Aang Suparman alias Boang, 30 tahun, seorang pelaku penipuan dan penggelapan kendaraan asal Kampung Cibereum, Desa Cibatok 2, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, masuk ke dalam selokan. Dia bersembunyi di gorong-gorong sepanjang 20 meter di Terminal Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa, 19 November 2013.

    "Pelaku bersembunyi di dalam gorong-gorong lebih dari 5 jam," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Bogor Barat, Ajun Komisaris Yaser Arafat. Meski tubuhnya sudah lemas, Boang sempat menolak saat dirayu keluar. Dia baru mau keluar saat polisi membujuk dan menjamin keselamatannya.

    Yaser menjelaskan, persembunyian Boang di saluran air itu berawal saat Boang ketahuan menipu dan menggelapkan sepeda motor milik Rohman, seorang warga Tangerang. Rohman melacak keberadaan Boang sampai ke Pasar Lembang.

    Di situ, Rohman mendapati sejumlah sepeda motor yang digelapkan Boang. Boang kemudian mengajak Rohman berdamai dan bersedia mengembalikan sepeda motornya. Namun ketika hendak mengambil sepeda motor Rohman, Boang yang naik mobil pick up bersama Rohman justru meloncat dan kabur.

    Rohman lalu meneriaki Boang. Diteriaki maling, Boang panik dan langsung masuk ke sekolan di samping pintu masuk terminal. Boang menyusuri gorong-gorong selebar 1,5 meter dengan tinggi sekitar 80 sentimeter itu. Dia tak peduli aliran air yang kotor dan sampah.

    Rohman dan sejumlah orang menunggu berjam-jam di dua ujung sekolah itu. Setelah polisi tiba dan membujuk Boang, barulah lelaki itu keluar dari "persembunyiannya" dengan tubuh penuh kotoran. Bahkan setelah keluar dari selokan, Boang sempat berpura-pura pingsan untuk menghindari amukan massa. Kini Boang ditahan di Markas Polsek Bogor Barat.

    M SIDIK PERMANA

    Topik terhangat:
    Penyadapan Australia | Gunung Meletus | Topan Haiyan | SBY Vs Jokowi

    Berita lainnya:
    KPK Beri Isyarat Ratu Atut Terseret Kasus Korupsi
    Diperiksa KPK 17 Jam, Kasir Suami Airin Pucat
    Kicauan Lengkap SBY di Twitter Soal Penyadapan 
    Begini Kisah Bertukar Pasangan di Jakarta
    Sebelum Ngamuk, Anggita Sari BBM-an dengan Novi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.