Disurati Istana, Jokowi Pindahkan Pohon Palem  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menghadiri acara pencanangan Kampanye Gerakan Ekonomi Syariah (GRES) di Halaman Monumen Nasional, Jakarta, (17/11). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menghadiri acara pencanangan Kampanye Gerakan Ekonomi Syariah (GRES) di Halaman Monumen Nasional, Jakarta, (17/11). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sedang gencar mempercantik Ibu Kota dengan membenahi taman yang ada. Program yang diberi nama Beautifikasi Taman ini tujuannya membuat pemandangan di pusat kota lebih berwarna-warni.

    Salah satu lokasi yang sedang dipercantik adalah pedestrian Taman Monas, Jakarta Pusat. Lebih khusus di sektor selatan, pusat, timur, utara, dan barat. Hanya, program ini sempat diwarnai insiden kecil.

    Bermula dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta yang sedang menata sektor utara pedestrian Monas. Sisi ini berseberangan persis dengan Istana Negara. (Baca juga: Jokowi: Sadap Saya, yang Terdengar Blok G & Pluit)

    Awalnya, Dinas menanam lima buah pohon palem pisang--karena daunnya berbentuk seperti pohon pisang--di taman seluas sekitar 32 meter persegi tersebut. Awalnya, pekerjaan yang sudah dilakukan sejak sepekan lalu tidak ada masalah.

    Hingga tiba-tiba, dua hari lalu, pihak Istana meminta pohon palem tersebut dipindah. Bahkan pihak Istana sampai menyurati Jokowi. “Katanya, menutupi gambar Presiden," kata salah seorang pekerja yang minta namanya tidak disebut, tadi pagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.