Ahok: MRT Salah Rute  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Papan jadwal pembangunan MRT di Dukuh Atas, Jakarta, (10/10).  Proyek MRT tahap I  dari Lebak Buluh hingga Bundaran Hotel Indonesia, sepanjang 15,7 Km,  diperkirakan selesai pada Mei 2018. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Papan jadwal pembangunan MRT di Dukuh Atas, Jakarta, (10/10). Proyek MRT tahap I dari Lebak Buluh hingga Bundaran Hotel Indonesia, sepanjang 15,7 Km, diperkirakan selesai pada Mei 2018. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui adanya kesalahan dalam perencanan rute mass rapid transit. Kesalahan itu ada pada pembangunan MRT rute selatan-utara terlebih dahulu. "Kita tidak melihat, ini barat dan timur juga semakin berkembang," kata Ahok dalam acara Smart TOD Forum di kediaman Duta Besar Jepang, Selasa, 19 November 2013.

    Ahok menjelaskan, perkembangan kota di sisi barat dan timur Jakarta berkembang di luar perkiraan. Dia merujuk pada Bekasi, Karawang, Serpong, dan Cengkareng. "20 tahunan lalu, mana ada orang mau tinggal di Bekasi," kata Ahok. (Baca:Ahok: Jakarta untuk Bisnis dan Korporat Saja)

    Ahok tak mengungkap dampak kesalahan perencanaan rute MRT yang dibangun awal itu. Namun, dalam pemaparannya, Ahok mengungkapkan rencananya menjadikan Jakarta sebagai kota pintar atau smart city. Menurut Ahok, kendala utama menuju ke sana adalah ketertiban masyarakatnya. Tantangan dari segala konsep serta perencanaan terkait pengaturan perumahan, transportasi, dan distrik bisnis adalah masyarakat Jakarta yang tidak disiplin.

    ISMI DAMAYANTI

    Topik Terhangat
    Penyadapan Australia | Gunung Meletus | Topan Haiyan | SBY Vs Jokowi | Dinasti Atut

    Baca juga
    Ahok Janji Audit Proyek Pengerukan Waduk Pluit 
    Jokowi: Pengerukan Waduk Pluit Mulai Detik Ini 
    Jokowi: MRT Tak Kurangi Ruang Terbuka Hijau


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.