Ahok: Tak Perlu Disadap, Saya Sudah 'Ember'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menerima sekitar 10 perwakilan dari Australian Academy of Technological Sciences and Engineering (ATSE) pada Rabu, 20 November 2013. Didampingi Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, mereka membicarakan pengelolaan air di Jakarta.

    Sembari bercanda, Basuki mengatakan pertemuan itu sama sekali tak ada hubungannya dengan kabar penyadapan telepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono oleh Australian Signal Directorate. Dia juga tak khawatir urusan pemerintah DKI Jakarta disadap, soalnya semua informasi sudah dibuka ke publik.

    "Apanya yang mau disadap? Apalagi aku, sudah 'ember', enggak usah disadap juga ngomong," katanya sembari tertawa ketika ditemui di Balai Kota pada Rabu, 20 November 2013.

    Menurut dia, kedatangan rombongan itu merupakan kelanjutan proyek kerja sama antara ATSE dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Mereka bermaksud memberi tahu teknologi pengolahan air apa yang sebaiknya diterapkan di Jakarta. "Supaya ada lompatan kodok di bidang teknologi," katanya.

    Kepala Forum Teknologi Air, John Radcliffe, mengatakan, ada beberapa pendampingan yang ditawarkan. "Kerja samanya dalam hal penyediaan air bersih, pengelolaan air limbah, dan penanganan banjir," ujar John Radcliffe di Balai Kota DKI Jakarta. Pertemuan ini merupakan perbincangan pertama antara ATSE dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

    ANGGRITA DESYANI

    Berita terkait:
    Penyadap Canggih Sekelas NSA Kini Dijual Bebas
    Indonesia Disebut Juga Sadap Australia
    Boediono Disadap, Ini Jawaban BlackBerry
    Ahok Tak Berani Galak-galak terhadap Dua Orang Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.