Istana Benarkan Minta Jokowi Pindahkan Pohon Palem  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pohon jenis palem yang ditanam di Taman Monumen Nasional seberang Istana Negara di Jalan Merdeka Utara, Jakarta(20/11).  Lima pohon palem yang semula ditanam terpaksa dicabut kembali dikarenakan menghalangi papan yang biasa digunakan untuk tempat foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan tamu negara.Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Pohon jenis palem yang ditanam di Taman Monumen Nasional seberang Istana Negara di Jalan Merdeka Utara, Jakarta(20/11). Lima pohon palem yang semula ditanam terpaksa dicabut kembali dikarenakan menghalangi papan yang biasa digunakan untuk tempat foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan tamu negara.Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi membenarkan adanya permintaan dari pihak Istana untuk memindahkan pohon palem yang menutupi papan besar bergambar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan tamu negara Perdana Menteri Belanda Mark Rutte. "Koordinasi itu," kata Sudi, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta kemarin sore.

    Tiga hari lalu para petugas taman diminta mencabuti pepohonan palem di seberang Istana tersebut. Penanaman palem pisang itu sebagai bagian dari program ”beautifikasi” taman yang gencar dilakukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta kemudian menanam lima batang pohon palem pisang di taman seluas 32 meter persegi itu.

    “Katanya menutupi gambar Presiden,” ujar seorang pekerja.

    Sudi mengatakan, alasan permintaan Istana agar pohon itu dipindahkan adalah agar lokasi yang biasanya menjadi tempat foto Presiden Yudhoyono dan tamu negara yang bakal hadir bisa terlihat. "Gambar itu kan memang supaya juga dilihat oleh tamu negara kita," ujar dia.

    Gubernur Joko Widodo mengatakan dialah yang meminta pekerja memindahkan posisi pohon. "Bukan salah tanam, itu dari sisi lanskap bagus, tapi dari sisi gambar mungkin jadi mengganggu," ujarnya di kampus Universitas Padjadjaran, Bandung, kemarin.

    Pengamat tata kota Nirwono Yoga menyatakan bahwa pemindahan pohon itu kurang tepat. Menurut dia, hal tersebut menunjukkan tak ada koordinasi yang baik antara pihak Dinas Pertamanan DKI Jakarta dan  pihak yang memasang baliho. Padahal, menurut dia, hal tersebut adalah persoalan sepele yang mudah dikoordinasikan. "Akhirnya pohon yang dikorbankan," kata dia.

    SYAILENDRA| NINIS CHAIRUNNISA|ANWAR SISWADI| PRIHANDOKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.