Jokowi Gelar Pesta Seni Jalanan Akhir Pekan Nanti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengikuti pawai

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengikuti pawai "Jakarta Night Religious Festival" di jalan Thamrin, Jakarta, (14/10). Pawai 1000 bedug dan 20 panggung hiburan tersebut untuk memeriahkan malam takbir menyambut Hari Raya Idul Adha. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali menggelar pesta rakyat dengan konsep karnaval. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Arie Budiman mengatakan, karnaval yang akan digelar Sabtu, 23 November 2013 ini mengusung konsep "street art performance" alias pertunjukan seni jalanan.

    Arie mengatakan, peserta kegiatan bertajuk "Jakarta Kids Art Festival" ini adalah anak-anak yang diambil dari sanggar seni di tiap wilayah kota. Ada sekitar 500 komunitas yang akan ikut serta. Mereka akan berangkat dari Galeri Nasional sekitar pukul 15.00 WIB. "Peserta akan berjalan dari Galeri Nasional menuju Tugu Tani, kemudian ke Taman Ismail Marzuki," kata Arie pada Kamis, 21 November 2013 di Balai Kota.

    Arsitek acara ini, Susilo Abdinegoro, mengatakan bahwa acara digelar untuk menyadarkan masyarakat tentang kebudayaan daerah yang banyak ditinggalkan warga perkotaan. Menurut Susilo, karnaval kali ini berbeda dengan biasanya. "Tidak ada penutupan lalu lintas jadi pengguna jalan merupakan bagian dari pentas," ujarnya.

    Anak-anak berusia 8 hingga 17 tahun yang menjadi peserta acara akan membawakan pertunjukan bertema cerita daerah. Masing-masing komunitas membawakan cerita yang berbeda. Para peserta akan mementaskan pertunjukan mulai dari Galeri Nasional . Ada yang memilih tari, musik, hingga teater. Selanjutnya, mereka berjalan menuju Tugu Tani. Di sepanjang jalan ini, tiap komunitas bebas berkreasi. "Jalan itu lah panggungnya," kaya pria kelahiran Solo ini. Panggung utama berada di Tugu Tani.

    Pentolan komunitas Sanggar Anak Akar ini mengatakan, komunitas-komunitas yang turut dalam karnaval sudah diseleksi sejak berbulan-bulan lalu. Yang terpilih diberi pelatihan gerak, bebunyian, rias, hingga kostum."Mereka juga yang menulis naskah, kami hanya membimbing," ujarnya.

    Menurut Susilo, acara ini juga merupakan bentuk sindirian kepada pemerintah yang lebih mementingkan pembangunan fisik. Bahkan, dia melanjutkan, sekadar menambah ruang publik saja sulit. "Jadilah aspal jalanan tempat bermain," ujarnya.

    Yuliana, 17 tahun, salah seorang peserta, mengaku senang bisa berpartisipasi dalam acara semacam ini. "Kami mengambil tema 'Tangkuban Perahu' dengan versi berbeda," katanya.

    SYAILENDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.