Hendak Tawuran, Pelajar SMK Dihukum Bernyanyi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para Petugas mengamankan sejumlah siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1, Budi Utomo yang akan melakukan aksi tawuran di Kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, (19/08). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Para Petugas mengamankan sejumlah siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1, Budi Utomo yang akan melakukan aksi tawuran di Kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, (19/08). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 22 pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Barat Trikora dan seorang siswa SMK Porti ditangkap petugas Kepolisian Sektor Tambora, Jakarta Barat, saat akan tawuran di dekat pusat perbelanjaan Season City, Jalan K.H. Moch. Mansyur, Jakarta Barat, Kamis, 21 November 2013.

    "Indikasi mereka akan tawuran terbukti dari salah seorang pelajar yang tertangkap membawa celurit," kata Kepala Kepolisian Sektor Tambora Komisaris Dedy Tabrani di kantornya. Tawuran dapat dicegah setelah polisi yang tengah berpatroli melintas di lokasi.

    Saat itu, polisi melihat puluhan pelajar dari SMK Porti berkumpul dan hendak mencegat Metromini yang ditumpangi siswa SMK Barat Trikora. Petugas kemudian mengejar para pelajar dan berhasil menangkap 23 orang. Mereka langsung digiring ke markas Polsek Tambora. Selain mengamankan sebilah celurit, polisi menyita 5 unit sepeda motor dan sejumlah sabuk bergesper besi dari para pelajar.

    Ibnu, 18 tahun, pelajar kelas 12 SMK Barat Trikora yang ditahan, membantah dirinya hendak menyerang pelajar sekolah lain. "Saya sedang di Metromini 83, mau pulang dari sekolah tapi bus yang saya tumpangi dicegat anak-anak SMK Porti," ujarnya. Dia bersama tiga temannya kemudian turun dari bus karena takut dikeroyok. "Tapi polisi mengira saya mau ikut tawuran, dan dibawa ke sini," ujarnya di kantor polisi.

    Teman satu sekolah Ibnu, Budi, 16 tahun, yang juga tertangkap, menjelaskan bahwa kedua sekolah ini memang bermusuhan. "Anak SMK Porti suka malak anak SMK Barat Trikora pas pulang sekolah," tuturnya. Kesal dengan aksi itu, siswa SMK Barat Trikora pernah beberapa kali menyerang siswa SMA Porti. "Jadinya kalau ketemu ya musuhan terus, kalau ramai-ramai bisa tawuran."

    Adapun satu-satunya pelajar SMK Porti yang tertangkap, Topan, 17 tahun, menyatakan dirinya tidak berniat tawuran dan hanya sedang melintas. Namun, ketika ditangkap dia kedapatan membawa celurit di dalam tasnya. "Itu punya temen saya, ada yang titip, saya enggak tahu isinya celurit," kata remaja yang tinggal di Teluk Gong itu sambil tertunduk lesu.

    Lokasi kawasan sekitar Mall Season City, kata Dedy, memang rawan terjadi tawuran. "Setiap Kamis, saat pulang sekolah jadi jadwal tawuran pelajar di daerah Tambora." Dengan begitu, polisi sudah bersiaga dan bisa mengantisipasi bentrokan. "Pelajar bisa saja menyangkal akan saling menyerang, tapi buktinya mereka bawa senjata."

    Para pelajar terancam dikeluarkan dari sekolahnya jika terbukti melakukan tawuran di lain waktu. "Bisa saja polisi mengeluarkan surat rekomendasi agar mereka dikeluarkan kalau nanti tawuran lagi," ujar Dedy. Para pelajar yang tertangkap hari ini hanya didata dan dihukum menyanyikan lagu nasional secara beramai-ramai oleh polisi. Kejadian ini tak pelak menjadi tontonan warga di sekitar kantor polisi.

    PRAGA UTAMA

    Topik terhangat:

    Penyadapan Australia | Kasasi Angelina | Adiguna Sutowo | Topan Haiyan | SBY Vs Jokowi

    Berita lainnya:
    Politikus Australia Mencibir SBY 
    Politikus Australia: Marty Mirip Bintang Porno
    Krisis RI-Australia, TNI Tarik F-16 dari Darwin 
    Hacker Indonesia Lumpuhkan Situs Polisi Australia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.