Cilincing dan Koja Rawan Saat Pemilu 2014

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan warga Kampung Sawah melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup Jalan Raya Cilincing, Jakarta utara, Rabu (28/11). TEMPO/Dasril Roszandi

    Ribuan warga Kampung Sawah melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup Jalan Raya Cilincing, Jakarta utara, Rabu (28/11). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak tiga kecamatan di Jakarta Utara tergolong rawan terjadi gesekan di masa pemilihan umum tahun depan. Tiga kecamatan itu adalah Cilincing, Koja, dan Penjaringan.

    Penilaian itu diberikan Ketua Panwaslu Kota Jakarta Utara, Andi Ganyo, Kamis, 21 November 2013. Gesekan antarwarga, kata dia, berpotensi terjadi karena ketiga kecamatan tergolong berpenduduk padat dan memiliki wilayah yang termasuk grey area (permukiman ilegal).

    "Lokasi itu tepatnya Kelurahan Cilincing dan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, kemudian lokasi grey area di Tanah Merah, Kecamatan Koja. Kecamatan Penjaringan juga relatif rawan terjadi gesekan," ujar Andi, Kamis, 21 November 2013.

    Andi mengatakan, potensi gesekan ada di tiga kecamatan itu karena kesadaran akan aturan pemilu di sana masih rendah. Hal itu, kata Andi, terlihat dari masih banyaknya atribut-atribut kampanye pemilu di sana yang melanggar aturan.

    Andi menuturkan, beberapa contoh pelanggaran yang ia temukan adalah bendera partai yang menunjukkan nama atau foto caleg. Ada juga caleg yang memasang peraga kampanye di dekat kantor partai kompetitornya.

    "Delapan puluh persen alat peraga yang ada saat ini melanggar. Selain itu juga para caleg belum paham tentang zona-zona yang boleh dipasangi atribut," ujarnya menegaskan.

    ISTMAN MP

    Topik Terhangat
    Penyadapan Australia | Gunung Meletus | Topan Haiyan | SBY Vs Jokowi | Dinasti Atut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.