Jokowi: 2014 Baru Studi Kelayakan Giant Sea Wall

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi menyatakan, studi kelayakan proyek Giant Sea Wall akan dimulai tahun depan. "Kalau ditanya sekarang, saya belum bisa jawab apa-apa," kata Jokowi saat ditemui di kantor Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat, 22 November 2013.

    Megaproyek tanggul multifungsi ini merupakan rancangan bekas Gubernur DKI sebelumnya, Fauzi Bowo. Dalam rancangan awal, diperkirakan pembangunan Giant Sea Wall akan dimulai pada 2020.

    Jokowi menyatakan, selain menjadi penghambat rob atau banjir besar yang datang dari laut, tanggul tersebut juga akan berfungsi sebagai kawasan reklamasi pantai, fasilitas pelabuhan dalam atau deep sea port, penampung air, bahkan bandar udara. "Tapi belum bisa bicara banyak sebelum feasibility study jadi," kata Jokowi.

    Jokowi mengatakan, nantinya hasil studi kelayakan tersebut akan menjadi rujukan untuk memperhitungkan kebutuhan makro dalam pembangunan tanggul. "Baru nanti masuk ke detail engineering," kata Jokowi.

    Hingga saat ini, Jokowi menegaskan masih belum ada perkembangan dari segi eksekusi proyek. "Masih bicara juga dengan Bappenas dan Kementerian Pekerjaan Umum," kata Jokowi.

    Dengan pertimbangan banjir rob yang mengancam Jakarta, Jokowi mengatakan bahwa pembangunan memang akan dipercepat. "Gambaran sebelumnya dibangun pada 2020, kita bisa mulai studi kelayakan tahun depan," kata Jokowi. Jokowi mengatakan, setelah feasibility study selesai tahun depan, pembangunan dapat dimulai pada 2015. "Kalau feasible, ya," kata Jokowi.

    Ihwal pendanaan yang dikabarkan akan sepenuhnya didapatkan dari pihak swasta, Jokowi mengatakan bahwa asal dana belum bisa dipastikan. "Feasibility study saja belum mulai," kata Jokowi. Jokowi menyatakan, perhitungan anggaran pun akan merujuk pada studi kelayakan tersebut. "Kalau rupiahnya sudah ketemu berapa, baru bicara kerja sama," kata Jokowi.

    ISMI DAMAYANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.