Ahok-Nur Mahmudi Adu Mulut Soal Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahok Bantah Berseteru Dengan Haji Lulung

    Ahok Bantah Berseteru Dengan Haji Lulung

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, keinginan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membuat danau di Depok merupakan upaya antisipasi banjir Jakarta. "Air lu tuh buangnya ke Jakarta, Bos!" kata Ahok, sapaan Basuki, saat ditemui di kantor Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Jumat, 22 November 2013.

    Sebelumnya, Ahok menuding Pemerintah Kota Depok seenaknya memberi izin mendirikan perumahan di daerah dengan kontur tanah rendah. Wali Kota Depok Nur Mahmudi merespons tudingan tersebut dengan meminta Ahok agar mengurus daerahnya sendiri saja. "Urus Jakarta saja, jangan urus daerah lain," katanya lewat Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kota Depok, Wijayanto.

    Ahok mengatakan, dirinya meminta agar Pemerintah Kota Depok dapat bekerja sama untuk mengantisipasi banjir yang akan terjadi di Jakarta. Upaya tersebut, menurut Ahok, akan ditempuh dengan membeli lahan di wilayah dengan kontur rendah untuk dijadikan danau penampungan air hujan.

    "Masalahnya, kalau pun kami akan beli dari swasta, mereka tidak mau. Kami tidak bisa maksa karena bukan wilayah kami," kata Ahok.

    Ahok menyatakan, selama ini kawasan penampung air hujan di Depok didominasi oleh pemukiman real estate yang menyebabkan limpahan air dari hulu semakin banyak ke Jakarta. "Kawasan penampungan mereka urug dan dijadikan real estate river view," kata Ahok sambil menambahkan, "Kalau lu ngebuang air ke langit, gue enggak ada urusan."

    ISMI DAMAYANTI

    Terpopuler
    Ini Dia Orang Indonesia Paling Tajir 
    Disebut Bintang Porno, Marty: Mereka Putus Asa 
    Daftar Lengkap 50 Orang Indonesia Paling Kaya 
    Angie Harus Kembalikan Uang Rp 39,6 Miliar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.