Ahok: Sikat WC Terminal Sanksi bagi Remaja Nakal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gebenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Wakil Gebenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar tentang tindak kekerasan yang melibatkan pelajar masih santer saja terdengar di Ibu Kota. Dua kasus yang mencuat di antaranya adalah penyiraman air keras di bus 213 dan pembajakan bus oleh puluhan siswa SMAN 46 Jakarta.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sangsi pemberian hukuman atau denda bisa membuat kapok. Menurut dia, hukuman kerja sosial bisa membuat mereka lebih jera. Anak-anak bermasalah juga tak perlu berurusan dengan penjara anak.

    "Lebih baik disuruh sikat WC terminal-lah, kasihan kalau anak-anak sudah diperlakukan seperti kriminal," ujar Ahok, sapaannya, seusai mengisi talk show bertema "Membangun Karakter Positif Remaja" di Sekolah Asisi, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad, 23 November 2013.

    Oleh sebab itu, dia mendukung revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Nantinya KUHP akan mengatur soal pemberian sanksi kerja sosial, terutama untuk tindak pidana ringan dan yang dilakukan oleh remaja. Apalagi lembaga pemasyarakatan di Indonesia kini sudah banyak yang penuh, sehingga diperlukan sanksi kerja sosial. Hal itu juga sudah Ahok bicarakan ketika bertemu dengan Kejaksaan Tinggi dan Pengadilan Tinggi.

    Menurut Ahok, menyayangi anak bukan berarti harus alergi terhadap hukuman bagi anak bermasalah. Justru hukuman bisa menjadi wujud kasih sayang orang tua. "Kadang orang tua juga salah karena terlalu melindungi anak, padahal itu bisa membuat mereka merasa menjadi jagoan," katanya.

    ANGGRITA DESYANI

    Topik Terhangat
    Penyadapan Australia | Vonis Baru Angelina | Adiguna Sutowo | Topan Haiyan | SBY Vs Jokowi

    Berita Terpopuler
    Wakil Menhan: Tanpa Australia, Pertahanan RI Solid
    F-16 yang Ditarik dari Australia Tiba di Magetan 
    Ini Situasi Terakhir Australia Versi Dubes Nadjib
    Lailly Mengaku Pernah Ingin Keluar dari PNS
    Teka Teki Boediono dalam Kasus Century


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.