Bos Pabrik Panci Tangerang Disidang Hari Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Botol minuman dan benda lainnya beterbangan ke rumah Yuki pemilik pabrik panci di kawasan Sepatan, Tangerang (8/5). Aksi ini merupakan lanjutan dari hari sebelumnya. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Botol minuman dan benda lainnya beterbangan ke rumah Yuki pemilik pabrik panci di kawasan Sepatan, Tangerang (8/5). Aksi ini merupakan lanjutan dari hari sebelumnya. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Tangerang - Pengadilan Negeri Tangerang sedianya, Selasa, 26 November 2013 menyidangkan perkara pabrik panci, CV Cahaya Logam dengan lima tersangka termasuk, bos panci, Yuki Irawan, 42 tahun. Para terdakwa kini ditahan di Rumah tahanan Jambe.

    Perkara ini memakan waktu tujuh bulan penyidikan, sejak dibongkar polisi pada Mei 2013 hingga sampai tahap penyusunan dakwaan oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan Tigaraksa Kabupaten Tangerang.

    Jaksa penuntut umum Imam Cahyono, mengatakan pihaknya siap menyidangkan perkara Yuki beserta empat mandornya. "Kami siap membacakan dakwaan, ada 10 jaksa penuntut umum dalam tim," kata Imam, Senin, 25 November 2013.

    Informasi yang diterima Tempo sedianya sidang pembacaan dakwaan akan dipimpin ketua majelis hakim Asiyadi dengan terdakwa Yuki didampingi penasihat hukum OC Kaligis dan empat mandor dengan penasihat hukum Julian Jaya.

    Berkas perkara pabrik panci ini ngendon di kejaksaan selama tiga bulan sejak dinyatakan lengkap (P21) dan empat bulan dalam proses penyidikan di Mapolresta Tangerang. Kasus yang menggegerkan ini dibongkar polisi dan Komnas HAM pada 3 Mei 2013 lalu. Polisi menangkap lima tersangka perbudakan pabrik panci; Yuki Irawan dan empat mandornya. Bos panci ini dicokok dari pabriknya di Kampung Bayur Opak, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.

    Kepala seksi intelijen Kejaksaan Tigaraksa, Musa mengungkapkan lambannya pelimpahan berkas karena pihaknya hati-hati menyikapi kasus yang bermuatan nasional bahkan disorot internasional ini.

    "Agar lebih teliti dan seksama karena kasus ini bermuatan nasional dan internasional. Tak kalah penting lagi supaya tidak gagal dalam penuntutan," kata Musa kepada Tempo.

    Sementara itu, menurut Julian Jaya kuasa hukum empat mandor masing-masing; Tedi Sukarno (35), Sudirman (34), Nurdin alias Umar (25), dan Jaya (30) berkas perkara ini lama dilimpahkan karena kejaksaan harus mengkonsultasikan perkara ini ke Kejaksaan Agung. "Kami juga siap mendampingi mandor, kami akan ungkapkan bahwa perbuatan mandor dalam tekanan terdakwa (Yuki)," kata Julian.

    Para tersangka "perbudakan" ini diancam dengan jeratan pasal berlapis Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yakni Pasal 333 tentang Perampasan Kemerdekaan orang, Pasal 351 tentang Penganiayaan, Pasal 24 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian, Pasal 88 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 2 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, dan Pasal 372 KUHP tentang Tindak Pidana Penggelapan.

    AYU CIPTA

    Berita terkait:
    Kasus Perbudakan Buruh Panci Dilimpahkan ke Jaksa

    Perbudakan Buruh Sudah Dilaporkan 2 Tahun Lalu

    Barang Bukti Perbudakan Buruh Panci Diangkut Truk

    Bos Perbudakan Buruh Panci Tebar Ancaman ke Saksi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.