Penanggulangan Banjir Jakarta Sedot Rp 13,5 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mencuci pakaian di dekat pekerja yang membersihkan Kali Krukut di Tanah Abang, Jakarta, Rabu (28/8). ANTARA/Zabur Karuru

    Warga mencuci pakaian di dekat pekerja yang membersihkan Kali Krukut di Tanah Abang, Jakarta, Rabu (28/8). ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Mohamad Hasan, mengatakan program pengendalian banjir kota Jakarta masih berjalan. Dia mengatakan program ini dimulai Juni 2012 hingga 2017. "Yang semuanya itu Insya Allah akan memerlukan biaya kurang lebih Rp 13,5 triliun," kata Hasan saat ditemui di Kompleks Kementerian Pekerjaan Umum, Senin, 25 November 2013.

    Hasan mengatakan, semua program dalam proyek pengendalian banjir berjalan, kecuali normalisasi sungai Krukut dan normalisasi sungai Cipinang Hulu. Menurut dia, normalisasi kedua sungai itu masih terkendala koordinasi dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta. Dia berharap, normalisasi sungai Krukut dan Cipinang Hulu dapat dimulai tahun depan. "Keduanya masih dalam tahap rencana," katanya.

    Proyek pengendalian banjir ini berjumlah 12 program. Hasan mengatakan di antaranya program pengendalian banjir tersebut sudah selesai dan masih dalam pelaksanaan. Program yang selesai adalah peningkatan kapasitas kanal banjir barat dan peningkatan kapasitas kanal banjir timur.

    Normalisasi sungai Pesanggrahan, Angke dan Sunter masih dalam tahap pelaksanaan. Selain itu, program normalisasi sungai Ciliwung berupa pembangunan air manggarai dan pintu karet serta normalisasi sungai Ciliwung Lama juga masih dalam pelaksanaan.

    Program yang masih dalam rencana adalah pembangunan dam dan sumur resapan. Sedangkan, program lain yang masih dalam pengerjaan adalah rehabilitasi pompa Pluit dan revitalisasi situ-situ dan dam parit.

    Menurut Hasan, program-program tersebut tidak menjamin Jakarta terbebas dari banjir. Alasannya, program tersebut menggunakan teknologi tertentu dan terbatas kemampuannya.

    "Misalnya jika hujan overload melebihi kemampuan dari apa yang kita rancang," katanya. Untuk mengatasi banjir, kata Hasan program tersebut juga membutuhkan kegiatan non-struktural, yaitu kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya.

    Hasan mendukung langkah pemerintah provinsi yang mengenakan denda bagi mereka yang membuang sampah sembarangan. Pengurangan sampah, kata dia, mampu mencegah banjir secara signifikan. "Masyarakat susah sadar untuk masalah sampah, makanya perlu diberi denda. Sampah memang menyebabkan banjir dan penumpukan sampah menjadi titik banjir," ujarnya.

    ALI HIDAYAT



    Metro Populer:

    Anak Pejabat Jadi Korban Penembakan di Pasar Rebo
    Tabrakan Maut Depok, Tersangka Konsumsi Obat Flu

    Mengapa Proyek Jalan Layang Casablanca Mandek?

    Jalur 'Suci' Transjakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.