Misteri Jatuhnya Direktur PT Wika Ikuten  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. AP/Aaron Favila

    Ilustrasi. AP/Aaron Favila

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Operasi III PT Wijaya Karya, Ikuten Sinulingga, 58 tahun, mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan selama seminggu di Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia. Kematiannya masih menyisakan misteri. Ikuten diduga jatuh dari jembatan penyeberangan orang (JPO) shelter Transjakarta Cawang Soetoyo pada Selasa pagi, 19 November 2013 lalu. 

    Ikuten meninggal pukul 00.45 dinihari tadi setelah dirawat intensif di ruang ICU. "Jenazah langsung dibawa ke rumah duka," kata Sekretaris Perusahaan PT Wika, Natal Argawan, saat dihubungi Tempo, Selasa, 26 November 2013.

    Menurut Natal, jenazah almarhum sudah berada di rumah duka di Kompleks DPR RI Blok F2 Nomor 448 RT 12 RW 05, Kelurahan Rajawali, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. "Sudah di rumah, belum tahu akan dimakamkan di mana, mungkin bisa ditanya ke keluarganya," ujarnya.

    Kematian Ikuten meninggalkan teka teki. Ada dua dugaan. Pertama, dia diduga jatuh sendiri di jembatan penyeberangan orang (JPO) shelter Transjakarta Cawang Soetoyo, atau tepatnya di depan proyek pembangunan yang dilakukan PT Wika Realty di Jalan D.I. Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, pada 19 November 2013 pagi. Akibatnya, Ikuten mengalami luka patah di bagian lengan kanan atas, luka di bagian mulut dan dahi, serta memar pada lutut. Dugaan kedua, Ikuten dianiaya sebelum terjatuh. Indikasinya, ponselnya hilang dan gelang jam tangannya putus.

    Polisi telah memeriksa sebanyak sembilan saksi, termasuk sekretaris pribadi Ikuten, sekretaris PT Wika, petugas keamanan PT Wika, karyawan PT Wika, dan sopir taksi yang membawa Ikuten ke RS UKI.

    AFRILIA SURYANIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.