Mengemis Dapat Rp 25 juta, Ini Penjelasan Walang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Satuan Polisi Pamong Praha (Satpol PP) melakukan razia gelandangan dan pengemis (gepeng) di sekitar Wilayah Menteng, Jakarta, Kamis (19/07). Razia tersebut dilakukan untuk mengurangi gepeng yang menjamur saat bulan suci Ramadhan. TEMPO/Dasril Roszandi

    Petugas Satuan Polisi Pamong Praha (Satpol PP) melakukan razia gelandangan dan pengemis (gepeng) di sekitar Wilayah Menteng, Jakarta, Kamis (19/07). Razia tersebut dilakukan untuk mengurangi gepeng yang menjamur saat bulan suci Ramadhan. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Walang, 54 tahun, pengemis yang terjaring penertiban di Pancoran, Jakarta Selatan, membantah uang  Rp 25 juta yang ditemukan petugas di gerobaknya hasil mengemis. "Itu bukan hasil ngemis semuanya," ujarnya saat ditemui di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Jakarta, Kamis, 28 November 2013.

    Menurut Walang, sebelum berangkat ke Jakarta, dia menjual sapi dan kambing di kampung halamannya di Subang, Jawa Barat. Dari penjualan ternaknya itu, dia mendapat uang Rp 21 juta. Uang itu dia bawa ke Jakarta untuk modal usaha.

    Namun, sesampainya di Ibu Kota, dia memilih menjadi pengemis. "Jadi, selama 15 hari, saya ngemis dapat Rp 4 juta," katanya.

    Walang tidak bisa mengumpulkan uang lebih banyak karena dia terjaring razia yang digelar Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan pada 25 November 2013. Saat itulah petugas menemukan uang sebesar 25 juta di gerobak milik Walang. 

    Kepala Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Purwono mengatakan, para pengemis yang dirazia itu bukan orang miskin. Pasalnya, di kampung halamannya mereka sudah memiliki rumah. Bahkan, Walang sudah mendaftar ikut haji tahun ini. (baca: Ini Motif Walang, Si Pengemis Tajir). "Jadi mereka tak miskin-miskin amat."

    Purwono mengimbau agar masyarakat jangan terlalu iba dengan penampilan para pengemis di Jakarta. "Tak usah memberi mereka uang di jalan karena akan mendatangkan pengemis lain ke Jakarta."

    ERWAN HERMAWAN

    Baca juga:
    Tak Mogok, Dokter di RS Fatmawati Kenakan Baju Hitam 
    Ahok Terima Sumbangan 30 Bus Transjakarta 
    Tiga Opsi Perluasan Bandara Soekarno Hatta 
    Jokowi Menanti Tiang Monorel Kering 

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.