Tangerang Kekurangan Sarana Kesehatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat stetoskop saat menghadiri pameran Hospital EXPO 2013 di Jakarta Covention Center (JCC), Senayan, (7/11). Pameran tersebut memamerkan sejumlah produk kesehatan. Tempo/Aditia Noviansyah

    Pengunjung melihat stetoskop saat menghadiri pameran Hospital EXPO 2013 di Jakarta Covention Center (JCC), Senayan, (7/11). Pameran tersebut memamerkan sejumlah produk kesehatan. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, TangerangKepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Naniek Isnaeni mengatakan, program Jaminan Kesehatan Nasional yang dimulai per 1 Januari 2014 nanti bisa mengalami kendala karena minimnya sarana dan prasarana kesehatan di Kabupaten Tangerang. "Kami sudah siap, tapi masih ada kendala sarana dan prasarana kesehatan," ujarnya kepada Tempo, Kamis, 28 November 2013.

    Naniek mengungkapkan, Kabupaten Tangerang memiliki 43 puskesmas yang tersebar di 29 kecamatan dan dua rumah sakit daerah, yaitu RSUD Tangerang dan RSUD Balaraja. Namun jumlah sarana kesehatan tersebut belum memadai untuk melayani 3,8 juta jiwa warga Kabupaten Tangerang. "Solusinya, harus ada penambahan tempat tidur dan pembangunan rumah sakit dan puskesmas baru," kata Naniek.

    Untuk itu, pada 2014, Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana membangun rumah sakit pratama sakit khusus kelas III di wilayah utara. Tahap pertama, rumah sakit ini hanya menampung 50 tempat tidur. Selain itu, dibangun juga puskesmas baru di Pasar Kemis, Cikupa, dan Cikuya.

    Untuk  tenaga kesehatan, kata  Naniek, setiap puskesmas idealnya memiliki lima dokter. Namun, saat ini rata-rata di tiap puskesmas hanya ada tiga dokter. "Begitu juga dengan perawat, jumlah yang ada saat ini masih sangat jauh dari yang dibutuhkan," kata Naniek.

    Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, selain membangun puskesmas baru, pemerintah juga meningkatkan fasilitas di puskesmas yang sudah ada. "Saat ini hanya beberapa puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap. Ke depannya semua puskesmas akan memiliki fasilitas rawat inap," katanya.

    JONIANSYAH

    Berita Lainnya:
    Kesepakatan Pembebasan Lahan JORR W2 Tercapai  
    Walang Mengemis untuk Naik Haji dan Beli Mobil  
    Asap Rokok di Jakarta Mengkhawatirkan
    Jokowi Kumpulkan Ribuan Warga di Monas Bahas Jakarta  
    Ada Syaratnya Jika ERP Akan Diberlakukan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.