Anjing 'Pembunuh' Kanguru Diduga Diselundupkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Mark Graham

    AP/Mark Graham

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola Taman Margasatwa Ragunan mengatakan, 14 kanguru  yang mati di tempat itu disebabkan serang tiga anjing liar. "Kami duga anjing tersebut melompat masuk kandang," ujar Kepala Humas Ragunan Wahyudi Bambang di kantornya, Kamis, 28 November 2013.

    Wahyudi mengatakan, pengelola belum mengetahui dari mana datangnya ketiga anjing itu. Namun diduga, ada pengunjung yang sengaja menyeludupkan tiga hewan itu ke Ragunan. "Mungkin saja dibawa menggunakan mobil dan kami tak mengetahuinya," kata dia.

    Taman Margasatwa Ragunan sudah mengkoleksi kanguru sejak 14 tahun lalu. Kanguru jenis wallaby yang berasal dari Papua itu ditempatkan di kandang seluas 100 meter dengan dikelilingi pagar setinggi satu meter. Sebelum diserang anjing liar, di kandang itu terdapat 18 kangguru. "Sekarang tinggal sisa empat ekor," kata Wahyudi.

    Pengelola sempat kesulitan untuk menangkap ketiga anjing liar yang menyerang kanguru-kanguru tersebut. Dari ketiga anjing itu, satu di antaranya adalah jenis herder yang beratnya  lebih dari 20 kilogram. "Kami terpaksa menggunakan senjata pembius," ujar Wahyudi.

    ERWAN HERMAWAN

    Berita Terpopuler:
    Wah, Pengemis di Pancoran Dapat 25 Juta Dua Pekan
    Diperiksa 8 Jam, Bambang D.H. Ditetapkan Tersangka
    Jokowi Ngopi Bareng Tommy Soeharto
    Ahok Terima Sumbangan 30 Bus Transjakarta 
    Emboli, Si Pembunuh Ibu Melahirkan  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.