Perbaikan Jalan Negara di Bekasi Lamban  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemacetan terlihat di jalur mudik yang tengah diperbaiki, di Jalan KH Noer Ali, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/7). TEMPO/Subekti

    Kemacetan terlihat di jalur mudik yang tengah diperbaiki, di Jalan KH Noer Ali, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/7). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mengusulkan dana sebesar Rp 350 juta dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014 guna perbaikan jalan negara yang berada di simpang Bulak Kapal, Bekasi Timur. Dana itu diusulkan melalui dana tanggap darurat. "Ini sudah darurat," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Kamis, 28 November 2013. "Harus segera diperbaiki."

    Darurat yang dimaksud ialah kondisi jalan itu rusak parah. Genangan air setinggi 30 sentimeter lebih tak kunjung surut akibat buruknya drainase. Apalagi, saat hujan tiba, banjir di jalan utama yang menghubungkan kota-kota besar itu kian parah. Nyaris membuat lumpuh arus lalu lintas. Kondisi itu pun terjadi sejak dua bulan lebih. "Dikondisikan dengan kejaksaan supaya tidak melanggar hukum," ujarnya.

    Sebenarnya, jalan itu merupakan tanggung jawab dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Kendati kondisinya sudah mendesak, pemerintah bakal mengambil alih perbaikan. Namun, sifatnya hanya meminimalisasi. "Paling hanya mengurangi," kata Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air, Tri Adhianto. Pihaknya akan membuat sodetan di jalan yang menghubungkan Jalan Juanda dan Joyo Martono.

    Sodetan, menurut dia, dibuat dari arah genangan menuju barat dan masuk ke saluran air di Perumahan Margahayu, Bekasi Timur. Dengan demikian, ketika terjadi hujan, air dengan cepat surut tanpa tergenang. Pengguna jalan pun tak akan lagi memilih jalan ketika melintas. "Kalau ada sodetan kemungkinan tak akan lagi tergenang," ujarnya.

    Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi, Ronny Hermawan, juga mendesak segera dilakukan perbaikan di jalan tersebut. Bahkan desakan itu sudah beberapa kali dilakukan oleh legislatif. Namun, kata dia, eksekutif berkilah bahwa jalan itu adalah jalan negara. "Bisa digunakan dana pemeliharaan," ujarnya. "Karena dana pemeliharaan itu sifatnya lentur."

    Menurut dia, perbaikan itu harus diprioritaskan, jangan sampai pemerintah menunda lagi dengan alasan itu jalan negara. Menurut dia, Bekasi juga bagian dari negara Indonesia. "Yang menikmati juga warga Bekasi itu sendiri," ujarnya. "Pakai anggaran yang ada saja dulu."

    ADI WARSONO



    Topik terhangat:
    Penyadapan Australia | Dokter Mogok | Penerobos Busway | Jokowi Nyapres

    Berita terpopuler lainnya:
    Pengemis di Pancoran Dapat Rp 25 Juta Dua Pekan 
    Ini Motif Walang, Si Pengemis Tajir
    Jokowi Ngopi Bareng Tommy Soeharto
    Ada SBY, Tepuk Tangan Guru untuk Jokowi 
    Emboli, Si Pembunuh Ibu Melahirkan 
    Ada Keluhan? Ini Nomor HP dan E-mail Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.