Buruh Jebol Pagar Balai Kota, Jokowi: Itu Biasa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang buruh peserta demonstrasi memotret Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, yang sedang berbicara kepada para buruh yang berunjuk rasa di Kantor Gubernur DKI Jakarta, Rabu (24/10). TEMPO/Tony Hartawan

    Seorang buruh peserta demonstrasi memotret Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, yang sedang berbicara kepada para buruh yang berunjuk rasa di Kantor Gubernur DKI Jakarta, Rabu (24/10). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hanya tersenyum mendengar ulah ribuan buruh yang berdemonstrasi hingga merobohkan pagar kantornya di Balai Kota hari ini. "Iya toh?Saya belum dengar," kata Jokowi, sapaan akrabnya, pada Kamis, 28 November 2013.

    Ketika wartawan menunjukkan lokasinya yang hanya berjarak sekitar 30 meter dari selasar ruang gubernur, Jokowi hanya tertawa. "Biasa aja, besok diperbaiki," ujar mantan Wali Kota Solo ini.

    Menurut Jokowi, dirinya tidak akan menuntut apa-apa ke buruh atas insiden perusakan ini. Dia hanya menegaskan bahwa soal upah minimum sudah final.

    Pada awal November lalu, Jokowi meneken kenaikan UMP dari Rp 2,2 juta menjadi Rp 2,4 juta. Sementara buruh kekeuh meminta besaran UMP Rp 3,5 juta.

    Jokowi beralasan, keputusan soal upah ini merupakan hasil sidang Dewan Pengupahan. "Di dalamnya kan sudah ada unsur buruh dan pengusaha," katanya.

    SYAILENDRA

    Berita Lainnya:
    Jokowi Ngopi Bareng Tommy Soeharto
    Emboli, Si Pembunuh Ibu Melahirkan  
    Ada Keluhan? Ini Nomor HP dan E-mail Jokowi  
    Kontroversi Putusan Kasasi Vs Upaya PK dr Ayu  
    Dokter Surabaya Ciptakan Mobil Bertenaga Angin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.