Jokowi-Ahok: Buruh Pendobrak Pagar Bisa Dipidana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Se Indonesia (SPSI) Kota Medan berunjukrasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara di Medan, Sumut (28/10). Pengunjukrasa menuntut agar menghapuskan sistem hubungan kerja alih daya (outsourcing) dan tolak Impres no 9 tahun 2013. ANTARA/Rony Muharrman

    Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Se Indonesia (SPSI) Kota Medan berunjukrasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara di Medan, Sumut (28/10). Pengunjukrasa menuntut agar menghapuskan sistem hubungan kerja alih daya (outsourcing) dan tolak Impres no 9 tahun 2013. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengingatkan buruh agar berhati-hati ketika berdemonstrasi. Soalnya, jika merusak fasilitas publik atau aset negara, mereka bisa dijerat secara pidana.

    Kemarin, buruh berunjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta dan merobohkan salah satu pagar di bagian depan. Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, meski kerusakan itu tidak disengaja, buruh tetap bisa kena masalah. "Bisa digugat itu," kata Basuki seusai upacara memperingati Hari Korpri di Monumen Nasional, Jumat, 29 November 2013.

    Pernyataan serupa juga disampaikan Gubernur Joko Widodo. "Hati-hati, lho, itu aset pemerintah, aset negara, bisa kena pidana," kata Jokowi dalam kesempatan yang sama.

    Meski begitu, pemerintah tak akan langsung menuntut buruh. Alasannya, perusakan itu baru sekali terjadi. "Sekarang kami perbaiki dulu, tetapi kalau diulangi lagi, baru," ujar Jokowi.

    Kemarin, buruh berdemonstrasi meminta Gubernur Jokowi merevisi upah minimum 2014. Mereka keberatan dengan UMP Rp 2,4 juta yang ditetapkan pada 1 November silam. (Baca juga, Pemprov DKI: UMP Tidak Mungkin Direvisi)

    Sore hari, buruh mulai melemparkan botol minuman ke dalam halaman Balai Kota sembari menggoyang-goyangkan pagar. Tak disangka, pagar kecil di bagian tengah itu roboh.

    ANGGRITA DESYANI

    Topik terhangat:
    Dokter Mogok | Penyadapan Australia | Penerobos Busway | Jokowi Nyapres

    Berita lainnya:
    Vita KDI Ngitung Uang Sekoper, Istri Bupati Syok
    Hotman Paris Panaskan Konflik Dhani-Farhat
    Diberi Sedekah, Pengemis Bertahan di Jakarta
    Saat Ditangkap, Pengemis Tajir Coba Sogok Petugas 
    Surya Paloh: Reformasi Lahirkan Rezim Triomacan 
    Ada Pengemis Rp 25 Juta, Jokowi Geleng-geleng


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.