Dikenai Denda Maksimal, Pelanggar Busway Protes

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian menghentikan seorang pengendara mobil pribadi yang memasuki busway saat digelar Operasi Zebra Jaya 2013 di Jalan Otista Raya, Jakarta (28/11).  Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Petugas kepolisian menghentikan seorang pengendara mobil pribadi yang memasuki busway saat digelar Operasi Zebra Jaya 2013 di Jalan Otista Raya, Jakarta (28/11). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melakukan sidang tilang kepada 252 pelanggar jalur bus Transjakarta pada Jumat, 29 November 2013. Sidang yang dipimpin hakim Samosir itu diwarnai protes dari para pelanggar jalur busway karena besaran denda yang diterapkan.

    "Saya keberatan kalau didenda sebesar itu," kata salah satu peserta sidang pelanggar jalur busway, Muhammad Tohirin, kepada Tempo, Jumat, 29 November. Mulai pekan ini, denda maksimal bagi penerobos jalur bus Transjakarta mulai diterapkan. Untuk pengendara motor, dikenai denda maksimal Rp 500 ribu, sementara pengendara mobil Rp 1 juta. (Baca juga: Dari Foto Penerobos Busway, Muncul Denda Rp 1 Juta)

    Bagi Tohirin, penerapan denda terlalu cepat. Sebab, denda maksimal baru diterapkan Senin lalu. Selain Tohirin, keberatan akan besaran denda juga datang dari Dwi Cahyo, seorang karyawan swasta di Jakarta. Sidang tilang ini merupakan pertama kali baginya. "Saya kena Rp 250 ribu. Belum sempat lewat sudah ditilang," ujar Dwi.

    Polisi meminta warga mematuhi aturan yang telah berlaku jika tidak ingin terkena denda yang begitu besar. "Kalau tidak mau 'diperas', ya jangan lewat jalur busway," kata Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Hindarsono.

    Sebelumnya sempat dikabarkan, denda penyerobot jalus busway sebesar Rp 500 ribu. Namun, kenyataannya, di persidangan hanya Rp 200-250 ribu. Hindarsono mengatakan, saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan sejumlah instansi lain terkait nominal denda.

    "Memang, hari ini belum dikenakan denda maksimal untuk pelanggar jalur busway. Ini baru mau rapat dengan Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI) dan lembaga terkait di Balai Kota," ujarnya.

    SINGGIH SOARES

    Terpopuler:
    Saat Ditangkap, Pengemis Tajir Coba Sogok Petugas  
    Bahas Banjir, Nur Mahmudi Singgung Kampung Pulo  
    Marah ke Jokowi, Buruh Blokir Jalan Gatot Subroto
    Macet Total, Buruh Tutup Jalan Gatot Subroto  
    Polisi Kecurian di Kantor Polisi

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.