FPI Ancam Bakar Stasiun UI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang Mahasiswa Universitas Indonesia berselisih tegang dengan petugas PT.KAI di sekitar Stasiun UI, Depok (29/05). Kericuhan diawali dari aksi lempar batu antara dua kelompok. Tempo/Dian Triyuli Handoko/DH20130529

    Seorang Mahasiswa Universitas Indonesia berselisih tegang dengan petugas PT.KAI di sekitar Stasiun UI, Depok (29/05). Kericuhan diawali dari aksi lempar batu antara dua kelompok. Tempo/Dian Triyuli Handoko/DH20130529

    TEMPO.CO, Depok - Front Pembela Islam Depok mengancam akan merusak Stasiun Universitas Indonesia jika pengelola stasiun tidak memberi akses jalan kepada masyarakat Pondok Cina. Sebab, sejak akses jalan ditutup, masjid yang ada di tempat itu ikut sepi. "Kalau tidak ada tanggapan, bukan saja tembok yang kami hancurkan, tapi stasiun yang kami bakar," kata Deni Rahman, perwakilan FPI Depok, Jumat, 29 November 2013. 

    Sebelum PT Kereta Api Indonesia memberlakukan tiket elektronik, di tempat itu ada Jalan Pepaya yang menjadi akses dari Jalan Margonda Raya ke Stasiun UI dan kampus UI. Akses itu ditutup karena dinilai menghambat pemberlakuan tiket elektronik (Baca: Sterilisasi Stasiun UI Temui Jalan Buntu).

    Helmi Ibrahim, Ketua RT 3 RW 7 Pondok Cina, mengatakan penutupan Jalan Pepaya sudah diterapkan sejak pertengahan tahun lalu. Masyarakat setempat telah menempuh berbagai cara agar PT KAI bersedia membuka akses jalan bagi mereka. Sebab, saat ini mereka seperti terisolasi. "Dulu masjid ramai dikunjungi orang yang melintas dari stasiun, sekarang jadi sepi," katanya.   

    Helmi menambakan, masyarakat hanya meminta PT KAI memberikan sedikit akses untuk menuju kampus UI. Misalnya saja dengan membuat jalan setapak di belakang pagar peron arah Jakarta sampai ke perlintasan mulut Gang Sawo. Hal itu akan memungkinkan mahasiswa dan masyarakat tetap bisa menuju kampus UI seperti biasanya. "Ya, sekitar 1,5 meter saja jalan setapaknya," kata dia.

    Deni Rahman mengatakan, mereka sudah bertemu dengan kepala stasiun. "Intinya, kami masih menghargai proses hukum," katanya. Tetapi, jika tidak ada solusi, mereka terpaksa melakukan dengan cara sendiri.

    Sebelumnya, juru bicara PT KAI, Sukendar Mulya, mengatakan PT KAI tidak mungkin memenuhi tuntutan warga. Sebab, standar penerapan tiket elektronik harus dibarengi dengan sterilisasi di stasiun. Artinya, hanya penumpang yang memiliki tiket yang boleh berada di area stasiun. "Kalau dulu memang banyak jalan tikus. Tapi sekarang sudah satu pintu, jadi tidak bisa lagi. Ini kan untuk kepentingan bersama," kata Sukendar.

    ILHAM TIRTA

    Baca juga:
    Saat Ditangkap, Pengemis Tajir Coba Sogok Petugas 
    Bahas Banjir, Nur Mahmudi Singgung Kampung Pulo 
    Marah ke Jokowi, Buruh Blokir Jalan Gatot Subroto
    Macet Total, Buruh Tutup Jalan Gatot Subroto 
    Polisi Kecurian di Kantor Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?