Penembakan Pondok Aren Terkait Bisnis Narkoba  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penembakan. AP/Brennan Linsley

    Ilustrasi penembakan. AP/Brennan Linsley

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, polisi masih menyelidiki insiden penembakan yang terjadi di Pondok Aren, Rabu, 27 November 2013 lalu. Diduga, insiden itu berkaitan persaingan binis narkoba. Dugaan itu muncul karena salah satu korban dinyatakan positif menggunakan sabu-sabu. "Masih diselidiki kemungkinan adanya persaingan antarsindikat," kata Rikwanto di kantornya, Jumat, 29 November 2013.

    Rikwanto mengatakan, Amri Zulkarnain, 41 tahun, dan Bobby Angkasa Mudra, 35 tahun, ditembak orang tak dikenal di depan rumah makan mi Aceh di Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Dua orang pelaku berboncengan sepeda motor Honda Beat.

    Korban penembakan masih bisa kabur menggunakan mobil Terrano bernomor polisi B-7919-NI. Mereka berhenti di Serpong karena menderita luka tembak. Ban mobil juga pecah terkena peluru. Saat mobil terhenti, pelaku menghampiri serta mengambil tas dengan uang senilai Rp 20 juta dan satu unit komputer jinjing.

    Rikwanto menjelaskan, dugaan motif persaingan bisnis sindikat lantaran polisi menemukan serbuk kristal sabu-sabu di dalam Terano. Ia berujar, kedua korban ditemukan oleh anggota polisi yang sedang berpatroli. Saat ini, kata dia, penyidik sedang memeriksa Bobby dan Amri untuk mengungkap motif penembakan. "Keduanya sedang diperiksa secara maraton oleh penyidik," ujar dia.

    LINDA HAIRANI

    Baca juga:
    Saat Ditangkap, Pengemis Tajir Coba Sogok Petugas 
    Bahas Banjir, Nur Mahmudi Singgung Kampung Pulo 
    Marah ke Jokowi, Buruh Blokir Jalan Gatot Subroto
    Macet Total, Buruh Tutup Jalan Gatot Subroto 
    Polisi Kecurian di Kantor Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.