Walang Dikenal Royal terhadap Warga Kampung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walang (kanan) dan Sa'aran memperlihatkan uang sebanyak Rp 25 juta, hasil mereka mengemis di Jakarta (28/11). Mereka ditangkap di kawasan Pancoran Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Walang (kanan) dan Sa'aran memperlihatkan uang sebanyak Rp 25 juta, hasil mereka mengemis di Jakarta (28/11). Mereka ditangkap di kawasan Pancoran Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Subang - Pengemis tajir, Walang bin Kilon, dikenal sebagai orang yang royal di Kampung Waladin Desa Pasirbungur, Kecamatan Purwadadi, Subang, Jawa Barat.  Setiap pulang kampung, Walang tidak segan-segan membagi rezeki kepada orang-orang yang dia kenal. Bahkan anak-anak muda di kampung itu turut kecipratan rezeki dari Walang.

    "Kalau ada orang ngumpul di warung, Walang selalu mentraktir mereka," kata Enes, tetangga Walang sekaligus pemilik warung, Sabtu, 30 November 2013. "Kalau ada anak-anak, biasanya dibagi uang jajan," ujarnya.

    Sifat Walang yang dermawan itu membuat Enes dan para tetangganya sering menyapa Walang dengan sebutan Pak Haji. Padahal, Walang sendiri belum pernah berangkat ke Tanah Suci. Dua tahun lalu dia memang sudah melunasi ongkos naik haji, tapi untuk keberangkatan tahun 2018.  "Dia senang sekali kalau dipanggil Pak Haji," kata Enes.

    Sakum, suami Enes, mengatakan tukang ojek sepeda motor di kampung itu hampir semuanya kenal dengan Walang. Awalnya, saat Walang pulang dari Jakarta, para tukang ojek ogah-ogahan  mengantar Walang. Sebab lelaki itu turun dari bus dengan pakaian compang-camping. "Mereka mengira Walang itu gembel," kata Sakum.

    Seorang tukang ojek akhirnya merasa kasihan. Dia membawa Walang dengan sepeda motornya. Ketika sampai di tempat tujuan, tukang ojek itu menjadi kaget karena Walang membayar ongkos ojek dua kali lipat dari biasanya. "Ongkos ojek biasanya Rp 10-15 ribu, tapi Walang  justru membayar Rp 30 ribu," kata Sakum.

    Sekarang, kata Sakum, kalau Walang turun dari bus, tukang ojek saling berebut untuk mengantarkannya. 

    NANANG SUTISNA

    Baca juga:
    FPI Ancam Bakar Stasiun UI  
    Penyair Sitok Srengenge Dilaporkan ke Polisi 
    Klarifikasi Sitok Soal Tuduhan Pelecehan Wanita
    Jakarta Macet, Jokowi Minta Tolong Kapolri 
    Jokowi: Denda Rp 100 Ribu Tak Akan Mempan  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.