Isteri Petinju: Kenapa Harus Ditembak di Kepala?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi penembakan. haihoi.com

    ilustrasi penembakan. haihoi.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mega Sagala, 30, isteri Marangin Marbun, membantah jika suaminya adalah pelaku perampokan kendaraan bermotor. Marangin ditembak mati polisi ketika didapati bersama adiknya, Barita Marbun, mengeroyok, Marjaya, pengendara sepeda motor di Cipondoh, Tangerang, pada Sabtu dini hari 30 November 2013.

    "Tidak mungkin suami saya seorang pelaku kejahatan karena dia seorang atlit tinju nasional," kata Mega saat ditemui di RSUD Tangerang, Sabtu 30 November 2013. (Baca: Polisi Tembak Mati Petinju Nasional di Cipondoh)

    Mega menuturkan, ia mendapat kabar jika suaminya tewas tertembak sekitar pukul 6.00 pagi tadi. Ibu satu anak ini langsung syok. "Sampai saat ini saya tidak percaya kalau suami saya pelaku perampokan," katanya.

    Mega juga menyayangkan petugas polisi yang menembak bagian kepala yang sangat mematikan. "Kenapa harus di bagian kepala," katanya sambil menangis tersedu-sedu.

    Kapolres Metropolitan Tangerang Komisaris Riad, menjelaskan bahwa petugas terpaksa mengarahkan peluru ke tubuh Marbun setelah dua tembakan peringatan tak digubris. Marbun bersaudara bahkan disebutkannya berusaha kabur dengan cara menabrakkan sepeda motornya ke arah petugas.

    Tembakan sebelumnya dilepaskan setelah Marangin dan Barita kedapatan mengeroyok Marjaya, 25 tahun, pengendara sepeda motor jenis Yamaha Mio di Jalan Raya Cipondoh atau 500 meter dari Markas Polsek Cipondoh. "Korban sudah menjalani visum," kata Riad.

    JONIANSYAH

    Terpopuler
    Inilah Sosok Bos BUMN Termuda 
    Klarifikasi Sitok Soal Tuduhan Pelecehan Wanita
    Sitok Dituduh Memperkosa, Istri Tetap Setia 
    Jemaah Pentakosta Sumedang Dipaksa Tutup Gereja 
    Komnas PA: Duel Tinju Farhat-El Tak Mendidik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.