Jokowi Dendangkan Lagu di Istora  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joko Widodo melambaikan tangan ke arah penonton saat naik panggung di konser

    Joko Widodo melambaikan tangan ke arah penonton saat naik panggung di konser "Arkarna Party Tour 2013" di Tennis Indoor Senayan, Jakarta (31/5). Jokowi yang jadi penonton malam itu diminta ikut bernyanyi di atas panggung bersama sang vokalis. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Panggung di Istora Senayan mendadak heboh ketika lagu Jujur yang dipopulerkan grup band Radja mengalun pada Ahad, 1 Desember 2013. Bukan karena ibu-ibu PKK berebut ingin berfoto bareng vokalis Radja, Ian Kasela, melainkan Gubernur Joko Widodo didapuk jadi bintang tamu dadakan.

    Mulanya, penampilan band Radja memang menjadi penutup acara silaturahmi Gubernur dengan pengurus RT, RW, PKK, LMK, dan Karang Taruna se-DKI Jakarta di Istora. Tetapi sebelum lagu ketiga, Ian Kasela memberi kode bahwa Gubernur Jokowi akan ikut menyanyi.

    Awalnya mereka menyanyikan lagu seperti biasa. Tetapi di bagian refrain, Ian Kasela tiba-tiba turun dan mendatangi Jokowi dan istrinya, Iriana, yang duduk persis di depan panggung. Awalnya Jokowi tampak malu ketika diminta menyanyi. Dia memilih tetap duduk.

    Tetapi Ian lalu menarik Iriana ke dekat panggung dan berlutut sambil bernyanyi. Malu, istri Jokowi itu pun kabur ke sebelah Jokowi. Tak punya pilihan lagi, akhirnya Jokowi ikut menyanyikan refrain lagu Jujur.

    Tak disangka, Jokowi menyanyi dengan lancar meski membaca contekan. "Jujurlah padaku bila kau tak lagi suka, tinggalkanlah aku bila tak mungkin bersama. Jauhi diriku, lupakanlah aku, selamanya..." Suara pria penyuka musik metal itu pun jauh dari fals meski dia tampak malu-malu. Sebelumnya, Jokowi juga pernah bernyanyi dengan grup band Slank.

    ANGGRITA DESYANI

    Berita Terpopuler Lainnya
    Beredar Surat Terbuka Curhat Putri Sitok Srengenge 
    Kasasi Ditolak, Kuasa Hukum Doyok Akan Ajukan PK 
    Putri Sitok Srengenge Kecewa, tapi...
    Isteri Petinju: Kenapa Harus Ditembak di Kepala?
    Kasasi Ditolak, Vonis Doyok Tetap 7 Tahun Penjara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.