Sobek, Akhirnya Jokowi Tampil dengan Sepatu Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua anak berpose di samping Gubernur DKI Jakarta Jokowi usai menyaksikan Pertunjukan seni Gema Nusantara karya Bagong Kussudiardja dalam Perjalanan menjadi Indonesia di TIM, Cikini, Jakarta (28/11).  TEMPO/Dasril Roszandi

    Dua anak berpose di samping Gubernur DKI Jakarta Jokowi usai menyaksikan Pertunjukan seni Gema Nusantara karya Bagong Kussudiardja dalam Perjalanan menjadi Indonesia di TIM, Cikini, Jakarta (28/11). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada yang beda dengan penampilan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat hendak meninggalkan Balai Kota, Jumat sore, 29 November 2013. Mantan Wali Kota Solo yang akrab disapa Jokowi itu mengenakan sepatu baru.

    "Ini foto," kata Jokowi kepada wartawan sembari mengarahkan tangannya ke sepatu barunya. Warna sepatu barunya tidak berbeda jauh dengan pendahulunya, yakni cokelat. Sementara bagian solnya berwarna putih. Adapun mereknya tidak ada.

    Sepatu baru ini menggantikan pendahulunya, yang sudah sobek dan diperbaiki sampai dua kali. "Mosok yang kemarin sudah sobek dipake," ujar Jokowi. "Nanti ada yang ngomong lagi, gubernur pake sepatu sobek."

    Jokowi mengatakan, dia membeli sepatu anyarnya itu di kawasan Fatahillah, Jakarta Barat. Namun, Jokowi menolak memberitahukan harga sepatu barunya. "Tanya sana, Gubernur sudah berapa kali beli dan harganya berapa," ucapnya. "Nanti saya ngomong enggak percaya."

    Saat ditanya kenapa tidak membeli sepatu gunung lantaran hobinya yang gemar blusukan, Jokowi menjawab, "Loh, apa mau naik gunung? Kalau ini enteng gitu loh," kata politikus PDI-P itu memuji keunggulan sepatu barunya tersebut.

    Selama setahun lebih memimpin Jakarta, Jokowi kerap blusukan ke berbagai tempat di Ibu Kota. Karena mobilitasnya yang tinggi itu, pengusaha mebel ini pun sering mengganti alas kakinya. "Setahun tiga kali," ujarnya.

    SINGGIH SOARES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.