Jokowi Promosi Blok G di Depan Ibu PKK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah mobil baru dipajang di depan Pasar Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat, (13/9). Gubernur DKI Jakarta Jokowi membagikan undian mobil gratis untuk pelanggan Blok G Pasar Tanah Abang. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sebuah mobil baru dipajang di depan Pasar Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat, (13/9). Gubernur DKI Jakarta Jokowi membagikan undian mobil gratis untuk pelanggan Blok G Pasar Tanah Abang. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo punya misi meramaikan kawasan Blok G Pasar Tanah Abang. Sudah tak terhitung lagi berapa kali dia berkunjung ke sana, baik untuk membawa tamu maupun berbelanja. Kali ini, di depan ribuan ibu-ibu anggota PKK, ketua RT, ketua RW, serta perwakilan LMK dan Karang Taruna se-Jakarta, Jokowi kembali mempromosikan Blok G.

    "Kalau Sabtu-Minggu jangan main ke mal, mainnya ke Blok G saja," ujar Jokowi di Istora Senayan, Ahad, 1 Desember 2013. "Tapi jangan cuma lihat-lihat, belanja yang banyak biar pedagangnya betah." Para peserta silaturahmi itu pun sontak tertawa.

    Layaknya salesman, Jokowi juga tak malu-malu mempromosikan berbagai fasilitas yang ada di Blok G Tanah Abang. Mulai dari pintu masuk yang sudah dibuat lebar, rencana membuat eskalator, hingga doorprize mobil. "Nah, jadi ibu-ibu yang pengin punya mobil bisa belanja di Blok G," ujarnya.

    Gubernur asal Solo itu mengaku sudah berusaha memenuhi keinginan para pedagang kaki lima yang direlokasi ke Blok G. Namun, butuh waktu untuk meramaikan pasar itu. Ketika menjadi Wali Kota Solo, Jokowi juga pernah merelokasi pedagang onderdil ke Pasar Klitikan Notoharjo dari Monumen Banjarsari. Kira-kira butuh waktu setahun hingga akhirnya pasar itu ramai. (Baca juga: Pengunjung Ber-voucher Ramaikan Blok G Tanah Abang)

    ANGGRITA DESYANI

    Berita Lainnya:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.