Sepekan, 2.000 Kendaraan Terjaring Serobot Busway  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sidang tilang penerobos lajur busway di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta (29/11).  Pengendara terancam dikenakan denda maksimal Rp 500.000 dan Rp 1.000.000. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Suasana sidang tilang penerobos lajur busway di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta (29/11). Pengendara terancam dikenakan denda maksimal Rp 500.000 dan Rp 1.000.000. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebih dari 2.000 kendaraan terjaring operasi polisi saat menyerobot jalur Transjakarta selama sepekan. Ribuan pemilik kendaraan bernasib nahas karena terhitung pekan lalu denda maksimal penerobos busway sudah mulai berlaku sebesar Rp 500 ribu-1 juta untuk motor dan mobil.

    "2.108 kendaraan terjaring karena menerobos busway," ujar Kasubdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono, Senin, 2 Desember 2013. Menurut dia, angka itu terdiri dari 1.590 motor, 306 mobil, 101 angkutan umum, dan 21 kendaraan beban.

    Ia mengatakan, berkas penilangan ribuan kendaraan tersebut sudah disidangkan di seluruh wilayah Metro Jaya. Namun, di sejumlah pengadilan, denda maksimal untuk para pelanggar belum berlaku.

    Di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, misal, denda masih berlaku di bawah Rp 100-200 ribu untuk mobil dan motor. Alasannya, untuk memberi efek jera tak harus memberikan denda maksimal bagi para pelanggar. "Kami lipat gandakan dari biasanya, tak harus maksimal," ujar Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Achmad Dimyati.

    Dari data Ditlantas Polda Metro Jaya yang sudah disidangkan, pelanggaran selama sepekan di wilayah Jakarta Selatan cukup tinggi, sebanyak 215 pelanggar, atau peringkat kedua di bawah Jakarta Barat, 451 pelanggaran. Di bawah keduanya ada Jakarta Pusat, 152 pelanggaran, Jakarta Timur 147 pelanggaran, dan Jakarta Utara 95 pelanggaran.

    Menanggapi itu, Achmad menyerahkan kepada hakim untuk memvonis besaran denda bagi para pelanggar. "Pengadilan melihat situasi dari jenis pelanggarannya," ujarnya. Namun, ia mengatakan, bila pelanggaran dinilai berat, seperti selain menerobos jalur juga tak melengkapi surat-surat kendaraan, denda bisa dilipatgandakan hingga 300 persen.

    M. ANDI PERDANA

    Berita Lain:
    Jokowi Menang Satu atau Dua Putaran?
    Anas: Mulyana Memiliki Komitmen Tinggi
    Wilayah Jakarta Siang Hari Diguyur Hujan
    Jenazah Mulyana W. Kusumah Dimakamkan di Bogor
    Jokowi Presiden Terpilih dalam Survei CSIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.