Ketua FPI Depok Belum Tahu Ancaman Bakar Stasiun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT KAI menutup permanen akses stasiun Universitas Indonesia (UI) dari Jalan Pepaya untuk sterilisasi stasiun di Depok, (29/11). Warga mengancam membongkar tembok stasiun UI jika PT KAI tidak membuka kembali akses jalan Pepaya. Tempo/Ilham Tirta

    PT KAI menutup permanen akses stasiun Universitas Indonesia (UI) dari Jalan Pepaya untuk sterilisasi stasiun di Depok, (29/11). Warga mengancam membongkar tembok stasiun UI jika PT KAI tidak membuka kembali akses jalan Pepaya. Tempo/Ilham Tirta

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Front Pembela Islam (FPI) Depok, Habib Idrus Al Gadri, mengatakan dirinya belum tahu ada ancaman bakar stasiun Universitas Indonesia (UI) oleh FPI. Isu itu berkembang dari anggota FPI, bukan dari level pimpinan yang seharusnya mengeluarkan pernyataan yang sudah matang dikaji.

    "FPI ada prosedur standar dan enggak bisa main hantam begitu saja. Musyawarahnya saja kita ndak tahu apa hasilnya," kata Idrus kepada Tempo, Senin, 2 Desember 2013.

    Jumat lalu, Deni Rahman anggota FPI Depok bersama warga setempat melakukan musyawarah di Masjid Al Ihsan. Deni mengancam akan membakar stasiun UI jika PT KAI tidak merespon keluhan warga RT 2 RW 7 Pondok Cina, Beji, Depok. Warga meminta akses Jalan Pepaya dibuka kembali atau memberikan jalan alternatif selebar 1,5 meter di samping tembok stasiun UI. Alasannya, tembok itu membuat warga dan masjid di jalan Pepaya itu seperti diisolasi.

    "Soalnya warga sudah mengatasnamakan masjid. Nanti kalau kita sudah buntu, bukan saja tembok kita hancurkan, tapi stasiun yang kita bakar. Kita sudah ngomong dengan Kepala Stasiun," kata Deni. Saat ini, kata Deni, FPI masih mengandalkan upaya musyawarah yang ditempuh warga ke PT KAI. "Intinya kita masih hargai proses hukum." (Baca : FPI Ancam Bakar Stasiun UI)

    Dalam pertemuan itu, Deni juga mengatakan warga sudah berkoordinasi dan meminta dukungan FPI Depok. Saat itu, mereka langsung ke Idrus selaku ketua FPI yang kemudian memberikan dukungannya kepada warga.

    Idrus membenarkan Deni adalah anggota FPI Depok. Namun, dirinya menyayangkan ancaman tersebut karena tanpa sepengetahuan dirinya. "Ana enggak tahu karena dia hanya datang sekali dan setelah itu ada ancaman mau bakar. FPI enggak pernah merasa ancam akan bakar," katanya.

    Soal koordinasi warga, Idrus mengaku memang pernah ada. Namun, itu baru sekali dilakukan dan FPI belum merasa akan mengambil tindakan tegas dalam penutupan masjid itu. "Mereka koordinasinya hanya sekali, setelah itu ana enggak tahu. Tiba-tiba ada berita FPI mau bakar lokasinya, ana ndak jelas," ujarnya.

    ILHAM TIRTA

    Berita Terpopuler:
    Dituding Terima Rp 1,7 Miliar, Ini Kata Jokowi
    Stasiun Depok UI Dijaga Ketat
    Sitok Bantah Beri Minuman Keras ke Mahasiswi
    Sitok Dilaporkan ke Polisi, Ini Kronologinya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.