Kasus Bayi Tewas, Orang Tuanya Sering Bertengkar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak memasang prakarya pada tembok penampungan sementara milik yayasan Bahtera yang menyediakan pendidikan non-formal untuk mencegah anak-anak menjadi korban eksploitasi seks di Bandung, Jawa Barat (29/8). Yayasan ini bertujuan agar kasus kekerasan seksual tidak terjadi lagi. (AP Photo/Dita Alangkara)

    Sejumlah anak memasang prakarya pada tembok penampungan sementara milik yayasan Bahtera yang menyediakan pendidikan non-formal untuk mencegah anak-anak menjadi korban eksploitasi seks di Bandung, Jawa Barat (29/8). Yayasan ini bertujuan agar kasus kekerasan seksual tidak terjadi lagi. (AP Photo/Dita Alangkara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi masih menyelidiki kematian Khodijah Maisya Azzahra, bayi berusia 1 tahun 7 bulan yang diduga dianiaya ayah kandungnya sendiri, Lambertus Langun, 24 tahun. Makam korban akan dibongkar untuk memastikan ada-tidaknya kekerasan fisik yang dituduhkan itu.

    "Penyidik sedang meminta izin untuk membongkar makam korban, untuk diotopsi. Langkah-langkah yang dilakukan harus sesuai dengan prosedur," kata juru bicara Polres Jakarta Timur, Komisaris Sri Bhayangkari, Selasa, 3 Desember 2013.

    Pasangan Lambertus-Siti Fatimah, 23 tahun, tinggal di Jalan Usman, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur. Mereka memiliki dua anak, yaitu Aisyah, 3 tahun, dan Khodijah. Menurut para tetangganya, pasangan itu kerap bertengkar. "Saya sering dengar anaknya yang paling kecil menangis," kata seorang tetangga yang tidak bersedia disebut namanya.

    Hendrik, 22 tahun, adik kandung Lambertus, mengatakan dirinya tidak tahu pasti tindak penganiayaan yang dituduhkan kepada kakaknya itu. "Tapi abang saya sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan laporan kasus pembunuhan," kata Hendrik.

    Hendrik mengatakan, pada 2 Desember lalu, dia datang ke rumah Lambertus untuk mandi karena seusai bekerja. "Saya datang jam 09.00, tapi saya tidak menemukan abang saya dan istrinya. Hanya dua anaknya saja sedang menangis," ujarnya.

    Menurut tetangga, kata Hendrik, Lambertus telah berangkat kerja pukul 07.00, sementara Siti pergi ke rumah orang tuanya di Bojong, Bogor. "Ada tetangga yang lihat kalau istri abang saya pergi membawa tas, tapi tidak tahu ke mana," kata Hendrik.

    Hendrik sempat menggendong dan memberi makan Aisyah dan Khodijah. "Saya sempat cari ibunya tapi enggak ketemu, kemudian saya bereskan prabotan rumah yang berantakan," ujarnya.

    Namun, setelah membersihkan perabotan rumah, Hendrik mendapati Khodijah sudah tidak bernapas. Menurut Hendrik, Khodijah diduga mengalami sakit lambung yang sangat parah. "Meninggalnya jam 15.00 dan dikuburkan jam 19.00 di TPU Cipayung," kata Hendrik.

    AFRILIA SURYANIS



    Baca juga:
    BEM UI Tuding Sitok Meneror Mahasiswi UI 
    Pengemis Tajir Pulang Kampung dengan Mobil Avanza
    RW, Korban yang Gugat Sitok, Depresi Lima Bulan 
    Sore Hingga Malam, Jakarta Diguyur Hujan 
    Masih Ada yang Nekat Terobos Jalur Transjakarta  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.