Ribuan Buruh Blokir Tol Tangerang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara ikut membantu aparat kepolisian dalam memantau aksi para buruh yang melakukan unjuk rasa dengan memblokir tol Jakarta-Merak KM 26, Bitung, Tangerang, (3/12). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Tentara ikut membantu aparat kepolisian dalam memantau aksi para buruh yang melakukan unjuk rasa dengan memblokir tol Jakarta-Merak KM 26, Bitung, Tangerang, (3/12). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Tangerang - Ribuan buruh di Tangerang menutup akses tol Ciujung, Balaraja Barat dan Bitung dalam aksi menolak Upah Minimum Kabupaten Tangerang 2014 sebesar Rp 2.442.000 yang telah ditetapkan Gubernur Banten Atut Chosiyah, Selasa 3 Desember 2013.

    Aksi ini menyebabkan kemacetan lalu lintas yang luar biasa di jalan Raya Serang dan jalan tol Tangerang-Merak. Aksi tetap berlangsung meski barikade polisi mencoba menghadang barisan buruh.

    "Arus lalu lintas di jalan tol termasuk terhalang karena buruh sempat menutup akses masuk dan keluar pintu tol," ujar Kepala Divisi Operasi PT Marga Mandala Sakti pengelola Tol Tangerang-Merak, Ega N Boga kepada Tempo, Selasa 3 Desember 2013.

    Kondisi lalu lintas di jalan tol Tangerang-Merak sampai sore ini, kata Ega, secara umum masih aman untuk dilalui. Tapi, untuk lajur yang keluar Ciujung dari arah Merak maupun Jakarta antrian sempat memanjang hingga beberapa kilometer yaitu dari KM 58 hingga KM 61.

    "Sementara untuk di Balaraja Barat antrian tidak begitu panjang karena aksi buruh tidak terlalu lama," katanya.
    Hingga petang ini, kata Ega, kemacetan di tol Balaraja Barat berangsur pulih setelah petugas dari Polda Metro Jaya menghalau barisan buruh yang mencoba untuk masuk ke jalan tol.

    Arak-arakan buruh akhirnya bergerak ke arah Cikupa dengan menggunakan jalan Raya Serang. Hingga akhirnya mereka berhenti di pertigaan Bitung, Curug yang merupakan akses keluar kendaraan dari arah Jakarta menuju Tangerang.

    "Aksi ini menyebabkan akses lalu lintas terhambat untuk di jalan nasional dan jalan tol," kata Ega.

    Koswara, salah satu kordinator aksi buruh mengatakan mereka kecewa dengan kebijakan pemerintah yang tidak mengakomodir tuntutan buruh yang meminta UMK sebesar Rp. 3,7 juta. "Target kami adalah menutup tol dan bandara Soekarno Hatta," kata Koswara. Ia menilai kebijakan dewan pengupahan dan pemerintah yang telah memutuskan kenaikan UMK tahun 2014,  tidak berpihak kepada buruh.

    JONIANSYAH


    Topik Terhangat:
    Sitok Dituduh Hamili Wanita | HIV/AIDS dan Kondom | Kecelakaan Paul Walker | Polwan Berjilbab | Jokowi Nyapres

    Berita Terpopuler:
    Dituding Pencitraan, Jokowi: Salahkan Media 
    KPK Rekrut Tentara sebagai Kepala Keamanan 
    Ini SMS Bu Pur ke Ani SBY Soal Proyek di Kemenpora
    Usul MK Dibubarkan, Rhoma Irama Diminta Simak UUD 
    Soal Jilbab Polwan, SBY Minta Polri Proporsional 
    Ini Fakta Porsche GT Perenggut Nyawa Paul Walker


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.