Begini Marangin Meniti Karier Tinju Profesional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marangin Marbun. REUTERS/Tim Chong

    Marangin Marbun. REUTERS/Tim Chong

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilik Sasana Tinju Cah Sragen, Bambang Supadi, menyesalkan tewasnya anak didiknya, Marangin Marbun. Apalagi, Bambang dengan susah payah mengorbitkan Marangin menjadi petinju profesional.

    "Marangin bergabung pada 2005 saat masih menjadi petinju amatir. Saya lihat dia punya potensi jadi juara dunia, maka saya rekrut," ujar Bambang, Selasa, 3 Desember 2013.

    Setelah bergabung dengan Sasana Cah Sragen, karier Marangin perlahan menanjak. Beberapa petinju profesional Indonesia, seperti Panca Silaban, Rafael Pangaribuan, Christian Sianturi, dan Adi Wiguna, pernah dikandaskan.

    Beberapa pertandingan tinju internasional melawan petinju asing juga pernah dilakoni Marangin. Pada laga terakhir, Marangin naik ring melawan petinju Filipina, Mark Vincent Bernaldez, di Escalante City Coliseum, Filipina, pada 24 Agustus 2013.

    Marangin tewas ditembak anggota Kepolisian Sektor Cipondoh pada Sabtu lalu. Petinju berusia 28 tahun ini bersama adiknya, Irvan Barita Marbun, diduga mencoba merampas motor milik Marjaya.

    PRAGA UTAMA

    Topik terhangat:
    Sitok Dituduh Hamili Wanita HIV/AIDS dan Kondom Kecelakaan Paul Walker Polwan Berjilbab Jokowi Nyapres

    Berita lain:
    Bu Pur Panggil Kapolri 'Dik Tarman' 
    9 Gaya Panggung Agnes Monica yang Bikin Heboh
    Sandra Dewi Kepergok Mojok dengan Edgard di Kafe 
    Alasan Ahok Minta Pintu Tol Semanggi I Ditutup 
    Bu Pur di Mata Kapolri Sutarman  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.